Wisata

Practical Parenting: Jadilah Teladan bagi Anak

Minggu, 13 Februari 2022 04:58 WIB

Akhmad Saefudin SS ME

Suara Purwokerto - Anak-anak secara naluriah adalah imitator (baca: peniru) yang baik. Setiap tingkah laku orang tua, dan orang-orang terdekat, sangat menarik bagi anak-anak untuk mereka tiru.

Coba saja cermati, para ibu biasanya  berias pada pagi hari di depan kaca. Mereka tak pernah menyangka, aktivitas mereka diamati oleh anak-anak yang masih balita. Maka, jangan heran jika mereka diam-diam akan mencoba bedak atau lipstick Anda.

Seorang ayah, yang notabene perokok, tak pernah mengira kala kebiasaan mereka pun tak lepas dari amatan anak-anak. Maka, jangan kaget jika di luar pengetahuan Anda jika diam-diam mencoba menikmati rokok seperti yang Anda lakukan selama ini.

Ada pengakuan seorang rekan perokok. Dia total berhenti merokok, lantaran dirinya suatu ketika mendapati sang anak menikmati puntung rokok miliknya yang tersisa di asbak. Dia merasa, tidak ada alasan bagi untuk memarahi dan melarang si anak.

Sebagai orang tua, kita tak boleh omdo (omong doang), koar-koar tak sesuai ucapan. Orang Jawa bilang: Ojo Jarkoni! Ngajari tapi ora nglakoni; menasihati tapi dia sendiri tidak menjalani.

Dalam bahasa agama, kita harus menjadi teladan bagi lingkungan terdekat masing-masing, dengan memulai dari diri kita masing-masing: Ibda binafsik! Mulailah dari dirimu sendiri!

Oleh karena itu, jadilah contoh yang baik (baca: teladan) bagi anak-anak Anda, termasuk hal-hal yang tampak remeh dan sepele sekalipun.

Ketika anak meminta tolong Anda mengambilkan sendok atau garpu, lalu tanpa sadar Anda memberikan sendok-garpu itu dengan tangan kiri, maka akan terekam di memori anak bahwa jika kita diminta tolong, cara memberikannya adalah dengan tangan kiri.

Jika suatu ketika anak minta tolong Anda untuk mengambilkan sepatu atau sandal jepit miliknya, tanpa pikir panjang Anda mengambil sandal-sepatu itu dengan cara menggeser atau menjepitnya dan melemparkannya dengan kaki, maka akan terekam di benak mereka bahwa jika kita diminta tolong mengambilkan alas kaki, maka cara mengambil dan memberikannya adalah dengan kaki.

Jika suatu saat anak minta diambilkan baju atau handuk, misalnya, lalu Anda memberikan dengan cara melemparkan kepadanya, maka ia akan meniru jika ia diminta tolong hal serupa dengan cara: melempar.

Demikian pula, mereka akan merekam kata-kata yang keluar dari mulut kita, ketika kita dimintai tolong: menggerutu, ngomel-ngomel, memberikan dengan muka cemberut atau bersungut-sungut, dan lain sebagainya.

Perlu dicatat, lingkungan rumah dan keluarga adalah madrasah utama bagi anak-anak. Dengan demikian, perlu kita ciptakan suasana yang cerah-ceria di rumah kita bagi semua anggota keluarga. Anak-anak akan mencatat dan mereka dalam pikiran mereka apa-apa yang Anda lakukan atau contohkan.

Sebelum minum, mulailah dengan bacaan doa secara perlahan dan jelas, serta terdengar oleh anak: Bismillaah..., dan seterusnya.

Usai minum air putih sekalipun, bacalah secara jelas doa: Alhamdulillaah..., dan seterusnya. Boleh saja Anda tambahkan: Wah segaar..., mantap!! Bisa pula Anda iringi acungan jempol.

Ketika kita minta tolong kepada anak, kita pun perlu mengungkapkan hal itu secara baik, misalnya: Anak Mama yang cantik, tolong ambilkan sandal Mama, ya? Anak Papa yang ganteng, tolong ambilkan sepatu Papa, ya?

Setelah mereka melakukan apa yang kita minta, apresiasilah mereka, semisal: Terima kasih ya, benar-benar anak Mama yang cantik dan pintar! Terima kasih ya, betul-betul anak Papa yang ganteng dan pintar! Thank you my baby! Dan seterusnya.

Apresiasi dengan ucapan "terima kasih" adalah ungkapan rasa syukur. Adapun apresiasi dengan pujian "cantik, ganteng, pintar", pada hakikatnya adalah ungkapan doa kita bagi anak-anak. Kalau begitu, maka tidak alasan untuk tak memopulerkan ungkapan "apresiasi" tersebut di rumah kita masing-masing.

Menurut hemat penulis, mewujudkan sabda Rasulullah SAW yang populer "baiti jannati" (rumahku adalah surgaku), perlu dimulai dari hal-hal kecil yang tampak remeh dan sepele seperti yang telah uraikan di atas. Nah!

Penulis: Akhmad Saefudin SS ME

Editor: Ismer

Berita Terkait

Copyright ©2022 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.21.2 | Build ID: qcGjvQDhJWW69CaCs8gPc