Wisata

Practical Parenting : : Anak Kecil Dilarang Ikut

Sabtu, 05 Februari 2022 21:46 WIB

Akhmad Saefudin SS ME

Suara Purwokerto - Sebagian orang tua menerapkan aturan tertentu di rumah masing-masing. Sewaktu ada tamu dewasa, misalnya, anak-anak dilarang (ikut) nimbrung atau duduk di ruang tamu. Ketika ada tamu datang ke rumah, maka ruang tamu pun menjadi "area terlarang" bagi anak-anak.

Kenapa ada larangan demikian? Alasannya bisa macam-macam. Alasan klisenya, anak-anak akan menggangu pembicaraan serta khawatir mereka bertindak kurang sopan: berlarian, kejar-kejaran, naik kursi, melompati meja, minum dari gelas ayah-ibunya, dan lain sebagainya.

Menurut pandangan orang tua, pelarangan tersebut adalah tindakan preventif dalam rangka mengormati tamu, sekaligus memberikan pengajaran kepada anak bahwa ia tak boleh ikut nguping pembicaraan orang dewasa.

Sekilas, pandangan dan alasan-alasan pelarangan sebagaimana tersebut di atas kedengarannya sangat masuk akal dan baik-baik saja. Namun, jika kita cermati sedikit serius, hal itu sungguh sebuah langkah kontraproduktif bagi pendidikan anak secara luas.

Selaku peminat dan pemerhati pendidikan anak, saya terpaksa memberikan beberapa argumentasi (sangat) ilmiah.

Pertama, perlu dicatat bahwa, anak-anak adalah generasi yang sedang berada dalam tahap perkembangan awal. Ciri-ciri menonjolnya adalah, anak-anak secara umum memiliki rasa ingin tahu (curiousity) alias rasa penasaran, terutama kepada hal-hal baru. Semakin tinggi intelektualitasnya, maka semakin besar curiousity-nya, ditandai ingin mencoba hal-hal baru, bongkar-pasang properti mainan, dan sejenisnya.

Ketika ada orang asing datang ke rumah, maksudnya orang yang belum dikenal sebelumnya, muncullah rasa ingin tahu dan penasaran di benaknya. Jika orang tua melarang alias menutup akses anak ke ruang tamu, sebetulnya merupakan hal yang sangat wajar dia akan mengintip dari balik gorden atau celah-celah pintu, terdorong curiousity-nya.

Kedua, terhadap hal-hal baru orang tualah yang justru semestinya turut memfasilitasi anak-anak agar mereka mengetahui hal-hal baru tersebut. Jika ada tetamu yang datang ke rumah, tak ada salahnya kita perkenalkan anak-anak kepada mereka. Minimal ada informasi atau pengetahuan baru, minimal "nama" orang yang bertamu, kalau perlu asal desa atau kota tamu tersebut. Allah SWT saja mengenalkan nama-nama semua (benda; makhluk) kepada Nabi Adam. Lalu, pantaskah kita pelit untuk sekedar memberi tahu identitas tetamu kepada anak kita sendiri?

Ketiga, manakala anak kita menjadi kurang pengetahuan, atau zaman gini kurang update, maka orang tua secara tak langsung turut andil di dalamnya. Betapa tidak? Banyak hal (baca: pengetahuan) baru yang dapat digali dari para tamu dan kita share kepada anak-anak. Tentulah kesemuanya dalam koridor silaturahmi dan apresiasi.

Jika masih juga Anda kurang mantap, silakan buka Al-Qur'an. Di sana tersua sebuah yang bisa dijadikan landasan, yakni Surat Al Hujurat (ayat ke-13) dengan terjemah: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."

Kita tak perlu repot-repot mencari kenal orang-orang dari lain bangsa atau lain suku di tempat mereka. Suatu saat kita perlu dan bisa saja berkunjung ke sana, luar negara atau luar pulau. 

Hal yang praktis dan relevan adalah, perkenalkan tamu-tamu kita kepada anak-anak di ruang tamu kita masing-masing. Jangan kita jadikan ruang tamu kita sebagai "area terlarang" bagi anak-anak ketika ada tamu datang.

Saya kira, anak-anak tidak akan memaksakan diri terus berada di ruang tamu; lima menit bagi mereka mungkin sudah cukup. Lain halnya, jika tetamu yang datang adalah famili kita sendiri, anak-anak bebas bercengkrama dengan mereka. Nah!

Penulis: Akhmad Saefudin SS ME

Editor: Ismer

Berita Terkait

Copyright ©2022 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.21.2 | Build ID: qcGjvQDhJWW69CaCs8gPc