Suara Purwokerto

Wisata

Kemenpar : Wisatawan Tiongkok Jadi Target

Senin, 26 Oktober 2015 20.49 WIB

I Gede Pitana Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana Saat Sosialisasi Pemasaran Wisata Mancanegara Pada Media Nasional di Hotel Santika Cirebon  Sabtu (24/10)

I Gede Pitana Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana Saat Sosialisasi Pemasaran Wisata Mancanegara Pada Media Nasional di Hotel Santika Cirebon Sabtu (24/10)

Suara Purwokerto -  Walau kondisi Tanah Air terus diselimuti kabut asap yang belum tahu kapan berakhirnya. Dan itu juga menghancurkan bisnis penerbangan, tapi hal itu tidak membuat Kementrian Pariwisata berhenti  mempromosikan destinasi unggulan untuk turis mancanegara. Dan Kemenpar telah membagi tiga kelompok sasaran yaitu Asean, Asia Pasific, dan Eropa-Timur Tengah, dan Afrika. Dari sasaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan devisa sebesar Rp 160 triliun. "Tahun ini kita targetkan kunjungan wisman sebanyak 10 juta dengan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 160 triliun," kata Deputi   Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Prof I Gde Pitana saat sosialisasi pemasaran pariwisata mancanegara pada media nasional di Cirebon, Minggu (25/10) kemarin.

         Untuk tercapainya target tersebut, Pitana mengatakan, pihaknya sudah melakukan mapping rencana kegiatan pemasaran pariwisata dengan mengembangkan pariwisata secara sinergis, unggul, dan bertanggung jawab dalam rangka meningkatkan perjalanan wisman dan wistawan nusantara, sehingga berdaya saing di pasar Internasional.
       Dan wisatawan Tiongkok masih menjadi sasaran utama Indonesia karena kenaikan kunjungan yang cukup signifikan setiap tahun dan tingkat pertumbuhan wisatawan Tiongkok ke berbagai negara cukup tinggi.
      "Tiongkok masih menjadi sasaran utama promosi karena potensinya sangat besar dengan pertumbuhan wisatawan ke luar mencapai 11 persen per tahun, bahkan yang ke Indonesia pertumbuhannya sampai 20 persen," jelas Pitana
       Pitana menjelaskan, dari periode Januari sampai Agustus pada tahun 2015 tercatat ada 779 ribu wisatawan Tiongkok ke Indonesia atau naik 20 persen dibanding periode sama tahun 2014.
       Selain Kemenpar juga bertekad meningkatkan citra dan memasarkan destinasi pariwisata Indonesia dengan menggunakan strategi pemasaran terpadu secara efektif, efisien untuk peningkatan jumlah kunjungan wisman. "Lewat strategi ini, kita optimis pada akhir tahun 2019 jumlah kunjungn wisman mencapai 20 juta orang dengan penerimaan devisa sebesar Rp 280 triliun," ungkap Guru Besar Universitas Udayana ini.
         Pitana mengungkapkan, target yang dicanangkan tersebut masih menempatkan wisman asal Singapura dan Malaysia sebagai sasaran utama promosi pariwisata, menyusul Tiongkok dan Australia. Selain itu, kata dia, Kemenpar terus memasarkan brand atau pencitraan nasional untuk menempatkan posisi pariwisata nasional dalam suatu sistem dunia.
      Dalam upayanya mendorong pertumbuhan kunjungan wisman, kata Pitana, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 104 tahun 2015 tentang fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) bagi 45 negara, dengan tambahan tersebut saat ini menjadi 90 negara.
         Pitana optimis, kebijakan ini bisa menaikkan nilai jual Indonesia di peta pariwisata dunia. Kebijakan BVKS tahap kedua ini langkah strategis meningkatkan jumlah kunjungan wisman secara signifikan," kata Pitana.
        Pemerintah juga memberikan kemudahan kepada wisman yang ingin keluar masuk Indonesia dengan memperbanyak jumlah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) masuk di 5 bandara dan 9 pelabuhan dan TPI keluar di 19 bandara dan 29 pelabuhan laut serta 2 TPI darat. Sejak penerapan kebijakan ini, jumlah kunjungan wisman 30 negara BVKS ke Kepulauan Riau naik tajam. Pada minggu pertama September ada 2.184 wisman ke Kepri dan pada minggu kedua naik 240 persen menjadi 7.429 wisman, tutup Pitana. (Tebe)


Penulis: TreesNo

Editor: ANDY

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI