Wisata

SITUS WATU POCONG Dusun Sinila DesaTunjungmuli Purbalingga

Kamis, 06 Juni 2019 05:28 WIB

Suara Purwokerto - Menyurusi jalan desa yang mulai rapuh terkelupas aspalnya tinggal batu-batu dasar nya, jalan menuju Dusun Sinila Desa Tunjungmuli menjadi tantangan tersendiri menuju Situs Watu Pocong.

Situs Watu Pocong di Dusun Sinila berjumlah dua buah, yang pertama terletak dipinggir jalan kondisinya tertimbun tanah hanya terlihat bagian kepala sampai dadanya,bentulnya persis seperti orang meninggal dunia dengan lekuk-lekuknya ada beberapa tali yang mengikatnya layaknya orang meninggal pada masa kini

Berdasarkan keterangan beberapa warga yang ditemui Kang Mul,Situs Watu Pocong beberapa kali dikunjungi para pemburu benda-benda bersejarah ,arkeolog ,dan akademisi .Bahkan ada yang ingin membawanya ke kota Yogyakarta namun warga sekitar situs menolaknya

Letak Situs Watu Pocong 1 disebelah kanan jalan dengan ukuran kurang lebih panjang 7,20 m di areal kebun milik warga Dusun Sinila, Situs Watu Pocong ini kondisinya tertimbun tanah tanah karena kurang terawat dan juga sengaja di timbun dengan tanah karena banyak kaum wanita ketakukan saat melihat Situs Watu Pocong itu.

Diatas sebelah Situs Watu Pocong ditanami pepohonan.sehigga sangat kesulitan untuk melihat secara utuh.mulai dari bagian kepala,sampai kaki karena terhalang timbunan tanah dan rerumputan serta pepohonan yang menutupi bagian tubuh Situs Watu Pocong.

Dahulu Situs Watu Pocong yang berada dipinggir sebelah kanan jalan raya bisa dilihat secara utuh dan sangat menarik bentuknya oleh karena batu peningalan pada zaman Megalitikum yang diperkirakan berumur 3500 tahun atau sekitar 1490 Sebelum Masehi.

Sebagaimana benda-benda peninggalan purbakala yang banyak ditemui di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabuptaen Purbalingga.

Peninggalan jaman pra sejarah itu berupa batu dolmen,batu menhir,batu berundak,batu lumpang,batu kubur,batu yang berbentuk phallus banyak ditemui di Desa Tunjungmuli yang letaknya di lereng Gunung Slamet sebelah timur,

Sementara Situs Watu Pocong yang kedua letaknya 25 m dari Situs Watu Pocong pertama dengan melewati jembatan lalu berbelok ke sebelah kanan, kemudian melewati rumah penduduk berjalan menuju kebun persisnya dibawah pohon bambu dipinggir sungai.

Situs Watu Pocong II panjangnya 2 m tidak terlihat begitu jelas lekuk-lekuk tubuh manusia dari batu namun masih jelas bentuknya berupa mayat batu menghadap ke barat.

Dua situs Watu Pocong di dusun Sinila seperti berpasangan,sangat menarik untuk dikaji lebih mendalam untuk mengungkap sejarah peradaban pra sejarah, apakah Desa Tunjungmuli merupakan kuburan manusia pra sejarah sesuai dengan nama desanya.

Tunjungmuli berasal dari bahasa sansekerta "tunjung." dan "muli".tunjung adalah nama kembang yang ditaburkan saat manusia meninggal ,dan muli atau mulih berarti kembali .Makna kembali adalah kembali ke pangkuan Sang Maha Pencipta.

Tidak salah jika etimologi dan filologi nama Desa Tunjungmuli memberi pertanda bahwa pada masa lalu menjadi tempat penyimpanan benda-benda kebudayaan pada jaman Megalitikum atau Neolitikum yang pernah ada di daerah sekitar Tunjungmuli.

Meskipun berserakan peninggalan kebudayaan zaman pra sejarah di Desa Tunjungmuli belum diketemukan fosil manusia purba sampai hari ini, ada beerapa kemunginan jenis dan tekstur tanah yang ada mengandung asam sehingga dapat mengahancurkan fosil-fosil yang ada di Desa Tunjungmuli lebih cepat, ataukah memerlukan waktu lebih lama lag untuk menemukan fosil-fosil manusia dan binatang purba itu,hanya waktu yang akan mejawabnya.

Dua Situs Watu Pocong di dusun Sinila harus segera diselamatkan dan menjadi perhatian semua kalangan baik Pemda Purbalingga, DPRD Purbalingga,Balai Arkeloologi dan Purbakala, Dinas Kebudayaan dan Purbakala Propinsi dan Kabupaten,para sejarawan, bidayawan,arkeolog,ahli purbakala,masyarakat untuk menjaga,merawatagar keberadaan Situs tidak hilang ,dirusak dan dijarah oleh orang yang tidak mengerti sejarah masa lalu,

Karangnangka 05 Juni 2019

Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

Penulis: Kang Mul

Editor: Ismer

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: | Build ID: 8nX9q6XEmiVu81vLSM2jq