Wisata

Menara Turen, Saksi Sejarah Yang Terlupakan

Kamis, 30 Juni 2016 17:27 WIB

Suara Purwokerto
Menara Turen menjadi saksi sejarah kejayaan Kereta Api atau sepur Gujes pada jaman dahulu kala yang masi meggunakan air sebagai penopang mesinya untuk menggeraan Kereta Api menyusuri jalan besi itu.

Bangunan Menara Turen berbentuk segi enam selesai dibangun pada tanggal 2 februari 1937 sesuai dengan tuisan Belanda "darkenkocht 2-2-37" yang ada diatas daun pintu ruang bawah

Bangunan degan ketinggian 7 meter dengan kontruksi cor sangat kokoh diatasnya terdapat bek sebai penampung air berbentuk segi enam tinggi satu meter diengkapi 2 pipa besi sebagai pengambilan air dari sumber air dan sebagai pengiirm air kedalam bak KA yang berhenti memburuhknnya,

Antara bak menara dan ruang bawah ditopang oleh tiang 2 tingkat yang berjumah enam buah yang berasa dari lantai bawah disusun begitu indah,dengan memperhatikan aspek seni dan kekuatan menambah pesona warisan penjajah kolonial Belanda .

Ruang bawah menara diguakan sebagai kantor penjaga menara untuk menunggu Kererta Api yaan akan singgah mengisi air dan mengontrol debit air agar kebutuhan pasokan air tercukupi.

Disebelah utara menara terdapat terdapat tangga menuju bakpenampung untuk mengontrol isi bak menara dan merawat kebersihan setiap waktu yang dilakukan oleh penjaga menara agar kualitas airnya bersih

Menra Turen kini terdiam bisu dipojok jalan tembus perlintasan KA menuju pemukiman warga atau sekitar 200 m dari Stasiun KA Karangsari kerah barat sekan mengabarkan kejayaan Sepur atau Kereta API dengan cerobong asapnya yang begitu tebal saat melintasi jalan rel pada zaman dahulu sampai hadirnya Kereta Api generasi modern sekarang ini

Penulis: Kang Mul

Editor:

Berita Terkait

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: | Build ID: 31aJ0MuO18PZM3MdYoDSu