Senin, 29 Februari 2016 20.36 WIB

Peserta
upacara terdiri dari Perwakilan SKPD, Polisi Pamong Praja, Organisasi Wanita dan pelajar.
Sekda
yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan UNESCO netepaken dinten
mirunggan (Hari Bahasa Ibu Internasional) menika kanti dasar kawontenan bahasa
ibu ingkang dipun ginaaken dening bangsa-bangsa ing donya ingkang cacahipun
kirang langkung 6000. Ananging saben tahunipun wonten ingkang ical kirang
langkung pitu nganti sedoso bahasa ibu. Bahasa Jawi kalebet ing tataran angka
sewelas ingkang panuturipun kirang langkung 70 juta terangnya.
Perjuangan untuk
melestarikan penggunaan bahasa ibu tidak pernah berhenti bergulir di tanah air,
termasuk di Jawa Tengah. Beberapa payung hukum disusun untuk mendukung
perlindungan bahasa daerah. Di antaranya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan, Peraturan Daerah
(Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, dan
Aksara Jawa, dan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2013 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, lan Aksara Jawa.
Sekda melanjutkan bahwa Gubernur
mengungkapkan rasa syukurnya ketika masyarakat Jawa Tengah masih ada yang
menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Seperti upacara
adat, pernikahan, hingga pagelaran seni wayang dan ketoprak. Bahkan, dialeg
dari berbagai daerah di Jawa Tengah merepresentasikan keragaman budaya sekaligus
kebhinnekaan provinsi setempat.
Masyarakat Jawi Tengah
taksih ginaaken Bahasa Jawi wonten upacara adat, seni macapat, pahargyan
panganten, pagelaran wayang kulit, wayang wong, nganti ketoprak. Ing tlatah
Jawi Tengah, wonten dialeg Tegal, Banyumasan, Pekalongan, Kedu, Surakarta,
Semarang, Jepara, Rembang, Demak, Kudus, lan Blora ingkang dados titian
minangka jati diri Jawi Tengah ingkang bhinneka. Manika warni dialeg menika
wekdal samangke taksih gesang lan dipunginaaken wonten ing brabayan, ujarnya.
Penggunaan Bahasa Jawa
dalam kehidupan sehari-hari, tambahnya, dapat menjadi filter terhadap budaya
asing yang kurang sesuai dengan jati diri bangsa. Pasalnya, era globalisasi
memberikan peluang besar adanya asimilasi dengan budaya manca negara.
Gempuranipun globalisasi
ngusung boso, seni, lan budaya manca ingkang benten kaliyan kawontenan ing
mriki. Perlu sarana ingkang saged nyaring perangan seni budaya ingkang awon lan
tepi saking jati diri masyarakat Jawi. Supados mboten risak akhlak lan budaya,
tegasnya.
Wahyu menambahkan upacara
peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Banyumas yang diselenggarakan pada
hari ini Senin (29/2) pun menjadi salah satu komitmen untuk menggiatkan
komunikasi menggunakan Bahasa Banyumasan setiap hari Kamis di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Banyumas. Hal ini merujuk pada arahan bupati tentang program Kamis
berpakaian Banyumasan dan berbahasa Banyumasan.
Penulis: TOMMY
Editor:
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI