Kamis, 9 Juli 2026 12.25 WIB

Suara Purwokerto -
Banyumas – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menilai petungan Jawa bukan hanya sekadar hitung-
hitungan, tetapi memiliki nilai, filosofi dan cara orang-orang terdahulu memaknai perjalanan hidup manusia.
Hal tersebut ia ungkapkan saat membuka workshop tradisi petungan Jawa: dari kelahiran sampai kematian
pada Kamis (9/7/26) di Pendopo Si Panji Purwokerto.
Petungan Jawa sendiri merupakan sistem hitungan berbasis kalender tradisional yang masih menjadi
rujukan bagi sebagian masyarakat Jawa untuk menentukan hari baik, membaca karakter, hingga meramal
kecocokan jodoh sebelum melangsungkan pernikahan.
Petungan Jawa bekerja dengan cara menjumlahkan nilai angka dari hari masehi dan lima hari pasaran Jawa
(Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang dikenal dengan istilah Neptu. Kombinasi angka inilah yang kemudian
dianalisis oleh sesepuh atau juru hitung weton untuk menyelaraskan kegiatan manusia dengan energi alam
semesta.
Menurut Sadewo, forum seperti ini penting, karena menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan,
berdiskusi, dan mendokumentasikan berbagai pemikiran yang telah hidup dan diwariskan dari generasi ke
generasi.
‘’Saya berharap forum seperti ini bisa menjadi tempat untuk saling belajar. Bukan hanya bagi peserta yang
hadir hari ini, tetapi juga bagi generasi muda, agar mereka mengenal dan memahami berbagai pengetahuan
yang telah diwariskan oleh para leluhur,’’ujarnya.
Sadewo berujar, dalam hal ini, pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus membangun
daerah ini dengan semangat kebersamaan.
‘’Setiap elemen masyarakat memiliki peran dan kontribusi, termasuk saudara-saudara penghayat
kepercayaan,’’ucapnya.
Ketua Paguyuban Kawuh Rasa Sejati, Feby Lestari mengatakan bahwa workshop petungan Jawa
diselenggarakan sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mengenalkan kembali pengetahuan
tradisional kepada generasi muda.
Menurut Feby, dalam tradisi Jawa dikenal konsep petungan yang berkaitan dengan weton atau hari kelahiran
seseorang. Petungan tersebut dipercaya menjadi pedoman dalam menentukan hari baik maupun hari yang
perlu dihindari dalam berbagai aspek kehidupan.
"Ketika seseorang lahir, dalam tradisi Jawa diyakini membawa peruntungan maupun hari-hari tertentu yang
menjadi bagian dari petungannya. Pengetahuan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang perlu dipahami agar tidak hilang
Ia menilai, saat ini banyak generasi muda yang sudah kurang memahami makna weton, seperti Senin
Pahing, Minggu Pahing, Jumat Wage, dan kombinasi hari pasaran lainnya. Padahal, tradisi tersebut
merupakan bagian dari budaya Jawa yang memiliki keterkaitan dengan hari kelahiran serta pandangan
masyarakat terhadap alam semesta.
"Kalau sekarang orang lebih mengenal horoskop, sebenarnya masyarakat Jawa juga memiliki sistem
pengetahuan sendiri yang berkaitan dengan hari kelahiran. Ini penting untuk terus dilestarikan agar generasi
muda mengenal identitas budayanya," katanya.
Melalui workshop ini, Paguyuban Kawruh Rasa Sejati menghadirkan para sesepuh yang memahami
petungan Jawa untuk berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi dengan peserta, adapun narasumber yang
dihadirkan yakni, Ki Samino dari Peguyuban Wayah Kaki, Agung Prabowo dari akademisi Universitas
Jenderal Soedirman dan Ki Prayit dari Paguyuban Kaur Rasa Sejati.
Penulis: Andi Ismer
Editor: Andi Ismer
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-dIm4UXHeD6jE-vbwWZaXW