Sabtu, 4 Juli 2026 20.35 WIB

Suara Purwokerto - Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik baru Juli 2026, Wakil Bupati Banyumas,
Dwi Asih Lintarti bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie meninjau kesiapan
Sekolah Rakyat Banyumas yang berlokasi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang pada Jumat (3/7).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, ruang belajar, serta berbagai
fasilitas penunjang agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik sejak hari pertama.
Dalam peninjauan tersebut, progres penyelesaian fasilitas Sekolah Rakyat Banyumas telah mencapai sekitar
90 persen. Pekerjaan yang masih berlangsung merupakan tahap penyelesaian akhir (finishing), sehingga
seluruh sarana ditargetkan siap digunakan sesuai jadwal dimulainya pembelajaran.
‘’Ini sekitar 90 persen. InshaAllah nanti Juli sudah selesai, karena memang dikejar untuk tahun ajaran baru,’’
ujar Wabup Lintarti dihadapan awak media pasca peninjauan.
Disinggung mengenai fasilitas yang ada, Waup Lintarti menuturkan Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang
sangat lengkap, mulai dari ruang pembelajaran, asrama putra-putri, asrama guru, lab. bahasa, lab. komputer,
kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga lapangan basket dan mini soccer.
‘’Fasilitasnya lengkap jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran
nantinya,’’ucapnya.
Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah menjelaskan untuk kapasitas peserta didik pada awal
pembelajaran di targetkan sebanyak 90 siswa pada setiap jenjangnya (SD-SMA), sehingga total nantinya
akan ada 270 siswa baru Sekolah Rakyat Banyumas.
‘Untuk SMP sekitar 400 peminat sudah dijangkau 90, kemudian SMA sekitar 360 peminat sudah terjangkau
90. Kemudian SD yang ini masih belum full ya, sekitar 25,’’ujarnya.
Isbandiyah mengatakan, belum optimalnya jangkauan peserta didik jenjang SD diduga dipengaruhi oleh usia
anak yang masih relatif kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua masih merasa keberatan
melepas anaknya untuk mengikuti pendidikan dengan sistem asrama, karena dinilai masih membutuhkan
pendampingan dan pengasuhan secara langsung dari keluarga.
‘’Kita juga menyadari tidak bisa memaksakan ya. Kebanyakan karena orang tua masih belum tega atau
anaknya belum mau pisah dengan orang tuanya itu,’’lanjutnya.
Adapun jika sampai hari penetapan kuota untuk jenjang SD tetap tidak tepenuhi, maka akan ada rencana
kuoata akan dialokasikan untuk jenjang SMP dan SMA.
‘’Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk
Penulis: Writer
Editor: Andi Ismer
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-bla3Vw3VRL1ccm82Gapmr