Suara Purwokerto

Lingkar Purwokerto

Awas Demam Berdarah Makin Parah!

Senin, 15 Februari 2016 18.09 WIB

Awas Demam Berdarah Makin Parah!

Suara PurwokertoPemerintah Kabupaten Banyumas akan melakukan gerakan massal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)  Demam Berdarah (DBD), Gerakan massal akan dilaksanakan mulai hari Rabu dan kamis 17-18   Februari 2016 mulai pukul 08.00 WIB  dan akan dilanjutkan setiap hari jum'at dengan melakukan pengecekan ke seluruh rumah di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas, Demikian salah satu instruksi Bupati Banyumas kepada para camat lurah/Kepala Desa se Kabupten Banyumas di Pendopo si Panji pada Rakor penanganan DBD di Banyumas Senin (15/2) kemarin.

Rakor dihadiri oleh Wbub dr. Budhi Setiawan, Dandim 0701 Banyumas, Wakapolres Banyumas, Muspika se Kabuapten Banyumas dan Lurah/Kades se Kabupaten Banyumas  dan Rotari di Kabupaten Banyumas.

Husein  menjelaskan, kasus Demam Berdarah di Banyumas selama 46 hari terakhir yaitu daria bulan Januari sampai dengan Februari 2016 sudah terjadi 52 kasus   dengan korban meninggal 7 orang dan sudah merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB)  sehingga harus dilakukan gerakan massal dan kompak dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat" Gerakan PSN harus dilaksanakan secara serentak dan kompak dengan  melibatkan Jajaran Pemkab Banyumas, TNI, POLRI, kelompok  masyarakat turun bersama-sama untuk mengecek setiap rumah untuk memastikan sudah tidak ada sarang nyamuk Demam Berdarah " tambahnya.

Husein juga  menjelaskan  gerakan massal juga  akan dipantau dari tingkat Kabupaten,  dengan melibatkan seluruh Dinas/Lemtekda " saya sudah menugaskan kepada seluruh kepala Dinas/Lemtekda untuk  turun ke desa  melakukan pemantauan bergabung dengan pemantau dari Kecamatan dan akan melaporkan dalam kesempatan pertama kepada saya (Bupati)" tambahnya

Husein menambahkan dirinya berjanji juga akan mendatangi semua desa di wilayah Kabuapten Banyumas untuk memastikan bahwa desa tersebut sudah bebas dari DBD " saya berjanji akan mendatangi seluruh desa di wilayah Kabupaten Banyumas untuk memastikan bahwa desa tersebut sudah tidak ada DBD lagi dan akan mewakilkan kegiatan ke luar kota seperti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Semarang, rapat di Jakarta dan ke Singapura untuk menghadiri penambpilan  batik Banyumas di Singapura" imbuhnya.

Husein juga menambahkan  untuk masyarakat yang terkena DBD akan dijamin gratis pengobatannya dan memerintahkan kepada lurah/kades untuk memantau keberadaan masyarakatnya  " saya minta kepada seluruh Kades/lurah apabila dijumpai warganya ada yang mengalami gejala panas untuk dicurigai terkena DBD dan segera priksakan ke puskesmas atau dokter terdekat sehingga akan cepat didiagnosa, dan untuk yang terkena DBD pengobatannya gratis" imbuhnya .  

Semantara Wabub dr Budhi setiawan yang juga didaulat untuk memberikan pengarahan mengatakan, gerakan massal ini memang harus dilakukan secara serentak dan massal  dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk TNI dan Polri " tidak menutup kemungkinan ada rumah yang akan kita cek tetapi kosong atau tidak diijinkan oleh pemilik rumahnya maka kita melibatkan TNI dan Polri untuk mengatasinya " jelasnya.

Budhi juga menjelaskan DBD di Tahun 2016 harus dilaksanakan secara serentak karena berdasakan data tahun lalu (2015) selama satu tahun hanya terjadi korban 1 orang sedangkan tahun 2016 baru 46 hari sudah 7 orang meningga dunia.

" Kalau kita tidak melakukan gerakan serentak tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah korban terkena DBD dan hal yang paling penting adalah membunuh jentik jentik dengan gerakan PSN yaitu Menguras, Menutup dan mengubur dan foging adalah langkah yang terakhir karena hanya menyebabkan nyamuk jadi kebal" jelasnya.

Dandim 0701 Banyumas Letkol Infantri Erwin Eka Gita Yuana mengatakan DBD di Banyumas sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa sehingga perlu tekad luar biasa dan gerakan serentak karena kalau tidak serentak hanya petak umpet.

Erwin juga megajak untuk berperang melawan  nyamuk Demam Berdarah dan memerintahkan kepada seluruh Danramil untuk mengerahkan para Babinsa untuk berperang melawan nyamuk DBD " kepada para Danramil jadikan ini sebagai tesis pelaksanaan sistim Hankamrata  yaitu manunggal dengan rakyat berperang membrantas sarang nyamuk" jelasnya

<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->Senada disampaikan Wakapolres Banyumas Rio Tangkari mengatakan, DBD di Banyumas harus dilaksanakan secara serentak dan melibatkan seluruh komponen masyarakat sehingga tidak akan berkembang dan tidak menimbulkan korban lagi, dan polres akan mengerahkan para Kapolsek dan Babinkamtibas untuk bersama-sama melakukan pembrantasan sarang nyamuk. (Hms Yon) 

Penulis: YON/HMS

Editor: ANDY

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI