Senin, 15 Februari 2016 18.09 WIB

Rakor dihadiri oleh Wbub dr.
Budhi Setiawan, Dandim 0701 Banyumas, Wakapolres Banyumas, Muspika se Kabuapten
Banyumas dan Lurah/Kades se Kabupaten Banyumas dan Rotari di Kabupaten Banyumas.
Husein menjelaskan, kasus Demam Berdarah di Banyumas
selama 46 hari terakhir yaitu daria bulan Januari sampai dengan Februari 2016 sudah
terjadi 52 kasus dengan korban meninggal
7 orang dan sudah merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga harus dilakukan gerakan massal dan
kompak dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat" Gerakan PSN harus
dilaksanakan secara serentak dan kompak dengan melibatkan Jajaran Pemkab Banyumas, TNI,
POLRI, kelompok masyarakat turun
bersama-sama untuk mengecek setiap rumah untuk memastikan sudah tidak ada
sarang nyamuk Demam Berdarah " tambahnya.
Husein juga menjelaskan gerakan massal juga akan dipantau dari tingkat Kabupaten, dengan melibatkan seluruh Dinas/Lemtekda
" saya sudah menugaskan kepada seluruh kepala Dinas/Lemtekda untuk turun ke desa melakukan pemantauan bergabung dengan pemantau
dari Kecamatan dan akan melaporkan dalam kesempatan pertama kepada saya (Bupati)"
tambahnya
Husein menambahkan dirinya
berjanji juga akan mendatangi semua desa di wilayah Kabuapten Banyumas untuk
memastikan bahwa desa tersebut sudah bebas dari DBD " saya berjanji akan
mendatangi seluruh desa di wilayah Kabupaten Banyumas untuk memastikan bahwa desa
tersebut sudah tidak ada DBD lagi dan akan mewakilkan kegiatan ke luar kota
seperti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Semarang, rapat di Jakarta dan ke
Singapura untuk menghadiri penambpilan
batik Banyumas di Singapura" imbuhnya.
Husein juga menambahkan untuk masyarakat yang terkena DBD akan dijamin
gratis pengobatannya dan memerintahkan kepada lurah/kades untuk memantau
keberadaan masyarakatnya " saya
minta kepada seluruh Kades/lurah apabila dijumpai warganya ada yang mengalami
gejala panas untuk dicurigai terkena DBD dan segera priksakan ke puskesmas atau
dokter terdekat sehingga akan cepat didiagnosa, dan untuk yang terkena DBD
pengobatannya gratis" imbuhnya .
Semantara Wabub dr Budhi setiawan
yang juga didaulat untuk memberikan pengarahan mengatakan, gerakan massal ini
memang harus dilakukan secara serentak dan massal dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat
termasuk TNI dan Polri " tidak menutup kemungkinan ada rumah yang akan
kita cek tetapi kosong atau tidak diijinkan oleh pemilik rumahnya maka kita
melibatkan TNI dan Polri untuk mengatasinya " jelasnya.
Budhi juga menjelaskan DBD di
Tahun 2016 harus dilaksanakan secara serentak karena berdasakan data tahun lalu
(2015) selama satu tahun hanya terjadi korban 1 orang sedangkan tahun 2016 baru
46 hari sudah 7 orang meningga dunia.
" Kalau kita tidak melakukan
gerakan serentak tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah korban terkena
DBD dan hal yang paling penting adalah membunuh jentik jentik dengan gerakan
PSN yaitu Menguras, Menutup dan mengubur dan foging adalah langkah yang
terakhir karena hanya menyebabkan nyamuk jadi kebal" jelasnya.
Dandim 0701 Banyumas Letkol
Infantri Erwin Eka Gita Yuana mengatakan DBD di Banyumas sudah dinyatakan
Kejadian Luar Biasa sehingga perlu tekad luar biasa dan gerakan serentak karena
kalau tidak serentak hanya petak umpet.
Erwin juga megajak untuk
berperang melawan nyamuk Demam Berdarah
dan memerintahkan kepada seluruh Danramil untuk mengerahkan para Babinsa untuk
berperang melawan nyamuk DBD " kepada para Danramil jadikan ini sebagai
tesis pelaksanaan sistim Hankamrata
yaitu manunggal dengan rakyat berperang membrantas sarang nyamuk"
jelasnya
<!--[if gte vml 1]>
<!--[endif]-->Senada
disampaikan Wakapolres Banyumas Rio Tangkari mengatakan, DBD di Banyumas harus
dilaksanakan secara serentak dan melibatkan seluruh komponen masyarakat
sehingga tidak akan berkembang dan tidak menimbulkan korban lagi, dan polres
akan mengerahkan para Kapolsek dan Babinkamtibas untuk bersama-sama melakukan
pembrantasan sarang nyamuk. (Hms Yon)
Penulis: YON/HMS
Editor: ANDY
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI