Senin, 8 Juni 2026 09.36 WIB

Gian Widayoko, Mahasiswa Magister Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Saizu Purwokerto
Suara Purwokerto - Komunikasi merupakan proses penting dalam kehidupan manusia yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, gagasan, dan pembentukan makna. Dalam psikologi komunikasi, efektivitas komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh karakteristik komunikator dan cara pesan disusun. Menurut Jalaluddin Rakhmat, keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh dua aspek utama, yaitu psikologi komunikator dan psikologi pesan, yang bersama-sama membentuk respons, sikap, dan perilaku audiens.
Psikologi komunikator membahas faktor-faktor yang dimiliki penyampai pesan. Berdasarkan konsep ethos Aristoteles, terdapat tiga unsur utama yang memengaruhi keberhasilan komunikasi, yaitu kredibilitas, atraksi, dan kekuasaan. Kredibilitas berkaitan dengan tingkat kepercayaan audiens terhadap komunikator yang didasarkan pada keahlian (expertise) dan kejujuran (trustworthiness). Komunikator yang dianggap kompeten dan dapat dipercaya cenderung lebih mudah memengaruhi audiens. Dalam lingkungan akademik, misalnya, dosen atau peneliti yang memiliki kompetensi tinggi akan lebih mudah diterima pendapatnya oleh mahasiswa.
Atraksi tidak hanya merujuk pada penampilan fisik, tetapi juga kesamaan nilai, pengalaman, dan identitas sosial antara komunikator dan audiens. Konsep homophily menjelaskan bahwa individu lebih mudah menerima pesan dari orang yang dianggap memiliki kemiripan dengan dirinya. Karena itu, dalam komunikasi politik maupun pemasaran, komunikator sering berusaha membangun kedekatan dengan audiens agar pesan lebih efektif diterima.
Sementara itu, kekuasaan merupakan kemampuan komunikator untuk memengaruhi perilaku orang lain. Kekuasaan dapat berasal dari jabatan, keahlian, penghargaan, hukuman, maupun kharisma pribadi. Dalam organisasi, pemimpin yang memiliki legitimasi jabatan sekaligus kompetensi yang baik biasanya lebih efektif dalam mengarahkan anggotanya.
Selain faktor komunikator, keberhasilan komunikasi juga dipengaruhi oleh psikologi pesan. Pesan verbal atau bahasa berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan. Teori Sapir-Whorf menjelaskan bahwa bahasa dapat memengaruhi cara seseorang memahami realitas. Oleh karena itu, pemilihan kata yang tepat sangat penting agar pesan tidak menimbulkan kesalahpahaman dan dapat diterima sesuai dengan maksud komunikator.
Pesan nonverbal juga memiliki peran besar dalam komunikasi. Bentuknya meliputi ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, intonasi suara, dan jarak interpersonal. Ketika pesan verbal dan nonverbal tidak selaras, audiens cenderung lebih mempercayai pesan nonverbal. Karena itu, penguasaan materi perlu didukung oleh bahasa tubuh yang meyakinkan agar pesan lebih efektif diterima.
Efektivitas komunikasi juga dipengaruhi oleh struktur pesan. Pesan yang disusun secara sistematis lebih mudah dipahami dan lebih persuasif. Salah satu model yang banyak digunakan adalah Motivated Sequence dari Alan H. Monroe yang terdiri atas lima tahap, yaitu menarik perhatian, menunjukkan kebutuhan, menawarkan solusi, menggambarkan manfaat, dan mendorong tindakan. Selain itu, pesan dapat disampaikan melalui berbagai bentuk imbauan, seperti rasional, emosional, ketakutan, maupun ganjaran. Pemilihan imbauan harus disesuaikan dengan karakteristik audiens dan tujuan komunikasi agar menghasilkan pengaruh yang optimal.
Dalam era digital, komunikasi menghadapi tantangan baru. Media sosial memungkinkan siapa saja menjadi penyebar informasi sehingga popularitas dan daya tarik sering kali lebih dominan daripada kredibilitas ilmiah. Di sisi lain, komunikasi daring juga membatasi penyampaian unsur nonverbal yang biasanya mendukung efektivitas komunikasi tatap muka. Oleh karena itu, komunikator perlu mengembangkan strategi yang mampu mempertahankan efektivitas pesan di lingkungan digital.
Secara keseluruhan, psikologi komunikator dan psikologi pesan merupakan dua faktor utama yang menentukan keberhasilan komunikasi. Kredibilitas, atraksi, dan kekuasaan membantu komunikator membangun pengaruh terhadap audiens, sedangkan penggunaan bahasa, unsur nonverbal, struktur pesan, dan teknik imbauan menentukan tingkat pemahaman serta penerimaan pesan. Pemahaman terhadap kedua aspek tersebut sangat penting untuk menciptakan komunikasi yang efektif, persuasif, dan relevan di tengah perkembangan masyarakat modern dan teknologi digital.
Oleh Gian Widayoko, Mahasiswa Magister Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Saizu Purwokerto
Penulis: Writer
Editor: Parsito Tommy
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-sBJOSHwBqeIkxizHixtCA