Suara Purwokerto

Lingkar Purwokerto

SEARY 9.0 Unsoed Angkat Isu Kemandirian Pangan

Minggu, 3 Mei 2026 18.15 WIB

SEARY 9.0 Unsoed Angkat Isu Kemandirian Pangan

Suara Purwokerto -

Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan (UP3) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sukses menyelenggarakan Soedirman Event of Animal Husbandry ke-9 (SEARY 9.0) dalam format Talkshow Nasional. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Ruang Konferensi Lantai 1 Gedung B Fakultas Peternakan Unsoed ini mengusung tema "Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Mendukung SDGs dan Kemandirian Pangan Nasional".

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dipandu oleh moderator Hilmy Abdurrasyid Ammar, S.Pt., M.Sc., dosen Fakultas Peternakan Unsoed. Hadir sebagai narasumber utama, Ir. Bambang Suharno — alumni Fapet Unsoed angkatan 1985 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama, Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, pendiri kafapet-unsoed.com, sekaligus Sekretaris Badan Pengawas ASOHI.

SEARY 9.0 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut berpartisipasi, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. Di antaranya Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, UGM, UNDIP, UI, IPB, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Unsoed dan sejumlah kampus di Purwokerto. Peserta tidak hanya berasal dari Fakultas Peternakan, tetapi juga dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan isu SDGs, seperti MIPA, Ekonomi, Biologi, dan Pertanian.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Dr. Noviandri Setianto, Ketua LPPM Unsoed Prof. Elly Tugianti, Wakil Dekan Dr. Agus Susanto, pendiri UP3 Adila Haqi, Pembina UP3 Dr. Tri Rachmanto Prihamnodo, S.Pt., M.Si., Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia SEARY 9.0 Maulana Dwi Rahmaputra, serta sejumlah alumni dan pejabat kampus lainnya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan berharap forum ini dapat menjadi wadah untuk menggali pengetahuan praktis dari para narasumber berpengalaman. Sementara itu, Rektor Unsoed memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berhasil menarik perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia.

34 Tahun UP3 Berkontribusi bagi Peternakan Indonesia

UP3 merupakan unit kegiatan mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed yang telah berdiri selama 34 tahun. Organisasi ini berawal dari gerakan mahasiswa bernama Aspirasi Mahasiswa (ASMA) yang saat itu dipimpin oleh Adila Haqi. Kini, alumni UP3 telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari industri peternakan, akademisi, birokrasi, hingga dunia usaha, sekaligus turut membawa nama Fapet Unsoed ke berbagai forum ilmiah nasional.

Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia Maulana Dwi Rahmaputra, dan Pembina UP3 Dr. Tri Rachmanto Prihamnodo menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara ini, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para alumni dan pendiri yang terus mendampingi mahasiswa UP3.

Peluang Besar di Balik Rendahnya Konsumsi Produk Peternakan

Dalam sesi talkshow, Bambang Suharno menegaskan pentingnya peran sektor peternakan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), baik sebagai penyedia sumber gizi maupun penggerak ekonomi masyarakat.

Ia menyoroti fakta mengejutkan tentang rendahnya konsumsi produk peternakan di Indonesia. "Konsumsi telur di Indonesia sekitar 200 butir per orang per tahun, sementara konsumsi rokok mencapai 1.300 batang per orang per tahun. Padahal harga satu batang rokok setara dengan satu butir telur," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini justru merupakan peluang besar bagi pengembangan sektor peternakan. Ia mengkritisi kecenderungan penanganan oversupply ayam dan telur yang selama ini hanya bertumpu pada solusi jangka pendek seperti afkir dini dan pemangkasan produksi DOC, tanpa menyentuh akar masalahnya. "Solusi utama yang seharusnya diprioritaskan adalah peningkatan konsumsi ayam dan telur. Jika ini dilakukan, dampaknya tidak hanya menguntungkan peternak, tetapi juga meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Bambang menambahkan, jika setiap orang Indonesia meningkatkan konsumsi hanya satu butir telur saja, maka dibutuhkan tambahan sekitar 280 juta butir telur — yang berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu orang.

Melalui forum ini, diharapkan lahir pemikiran segar dan kolaborasi lintas disiplin yang mampu mendorong optimalisasi sumber daya lokal, memperkuat kemandirian pangan nasional, sekaligus mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan

Edsa Abdullah

Penulis: Writer

Editor: Andi Ismer

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI