Lingkar Purwokerto

Tekan Angka Kecelakaan, Bupati Salurkan Alat Keselamatan Penderes

Senin, 10 Februari 2020 17:39 WIB

Suara Purwokerto - Bupati Banyumas didampingi Ketua Dekranasda Ny Erna Husein menyerahkan Safety Belt (sabuk pengaman) kepada penderes di desa Kasegeran Kecamatan Cilongok dan Desa Kedungurang Gumelar Senin (10/02/2020) di Balai Desa Kasegeran. Penderes Gula Kelapa Desa Kasegeran mendapatkan sebanyak 167 unit alat keselamatan dan Kedungurang 25 unit. Selain itu juga ada penyerahan Santunan Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja dan Sosialisasi Program Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto.

Ketua Dekranasda Ny Erna Husein mengatakan penyerahan Bantuan safety belt atau sabuk pengaman ini merupakan bantuan CSR dari Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia. Meski belum semua penderes mendapatkan sabuk pengaman ini, nemun ini merupakan langkah awal dalam keikut sertaan dalam menyelamatakan para penderes.  

“Tingginya resiko kecelakaan saat menderes mendorong Pemerintah untuk terus berupaya menciptakan inovasi terkait alat keselamatan kerja yang  dipergunakan penderes saat bekerja menderes gula kelapa,” kata Erna Husein.

Sementara itu Bupati Banyumas, Achmad Husein dalam sambutannya mengaku sangat prihatin dengan banyaknya petani penderes gula kelapa yang terjatuh hingga menyebabkan meninggal dunia ataupun cacat seumur hidup. Diapun seakan ikut merasakan sakit ketika mendengar ada warganya yang jatuh.

"700 orang jatuh dari pohon kelapa itu banyak (Periode 2014-2019) kasihan. Saya sakit kalau dengar Penderes jatuh dari pohon. Untuk tanda tangan santunan Penderes jatuh itu saya tidak diam saja, tapi sakit betul, seakan akan ikut merasakan. Sehingga saya ingin Penderes selamat dan harus disiplin (menggunakan alat keselamatan)," katanya 

Setidaknya terdapat sekitar 26.580 penderes di Kabupaten Banyumas dan dalam periode 2014-2019 terdapat sekitar 702 penderes gula kelapa jatuh. Berdasarkan data dari Kesra Setda Kabupaten Banyumas tercatat sejak 2017 hingga Oktober 2019 terdapat 323 kasus kecelakaan penderes terjatuh, 236 penderes cacat dan 87 diantaranya meninggal dunia. 

Bupati pun meminta agar para penderes yang mendapatkan alat keselamatan ini dapat menggunakan alat tersebut. Selain itu penggunaan alat tidak akan sulit jika terbiasa dan terus digunakan, maka perlu dibuatkan tim untuk memantau para penderes agar disiplin saat menggunakan alat keselamatan tersebut.

"Setelah melihat begini (praktek menggunakan alat) masangnya, ini perlu latihan terus menerus, dilatih kalau hanya diberikan itu bisa salah. Karena ini nyawa, kalau sudah tahu ini gampang sekali sebetulnya. Saya jamin alat ini nyaman, saya sudah beli macam macam, tapi ternyata ini yang paling nyaman dan aman. Jangan sampai nanti tidak dipakai," pesan Bupati ke para Penderes.

Desa kasegeran menurut Bupati adalah lolasi percontohan dan uji coba, jika satu tahun kedepan, alat ini berhasil maka bapak-bapak penderes disini turut menyelamatkan nyawa penderes diluar sana. 

“Dan saya akan menganggarkan untuk alat pengaman ini kepada seluruh penderes di Banyumas,” katanya.

Penulis: Parsito

Editor: Andy Ismer

Copyright ©2020 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.19.3 | Build ID: EjyYc7swEl9kQ6JwClUYg