Senin, 30 Maret 2015 16.47 WIB

Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rahmat Hernowo melakukan penebaran benih sidat
BANYUMAS—Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rahmat Hernowo melakukan penebaran benih sidat jenis Anguila Tropical Senin (30/3) di kawasan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng.
nPercontohan Budidaya Sidat Program Desa Usaha Mandiri Pengembangan Perikanan dilakukan kerja sama antara Kepala Perwakilan BI Purwokerto dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Nota Kesepakatan ditanda tangani di Balai Pertemuan Kelompok Budi Daya Perikanan Beji 1, Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.
nWakil Bupati mengatakan harga sidat cukup menggiurkan namun perawatannya tidak mudah. "Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mencoba budidaya sidat. Kalau ini berhasil, saya yakin desa lain akan melakukan hal yang sama, Beji saat ini menjadi pilot project," katanya.
nBudi melanjutkan budidaya sidat di Desa Beji hanya untuk pembesaran karena ikan tersebut tidak mungkin bisa bertelur di wilayah itu. “Pembesaran ikan sidat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sehingga nantinya dapat diketahui tingkat keberhasilannya” tambahnya.
Meskipun perawatannya tidak mudah, Wabup mengaku yakin jika warga Beji dapat mempelajari cara perawatan sidat karena mereka telah terbiasa membudidayakan ikan di wilayah itu terutama gurami.
Kepala Desa Beji Salikun mengatakan bahwa di Beji terdapat 17 pokdakan masing-masing beranggotakan 20 orang yang selama ini membudidayakan ikan gurami. "Selama ini, ikan gurami yang diproduksi Desa Beji banyak dijual ke luar daerah seperti Tasikmalaya, Kalimantan, maupun Sumatra," katanya.
nDengan adanya uji coba pembesaran sidat, dia mengatakan warganya sangat antusias dengan harapan bisa menambah penghasilan. “Saya berharap kerja sama Pemkab Banyumas dan BI Purwokerto memfasilitasi pemasaran sidat terutama dalam membuka peluang ekspor” harapnya.
nKepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Rahmat Hernowo mengatakan pihaknya sengaja memilih sidat untuk dibudidayakan di Beji agar berbeda dengan yang telah ada di desa itu. "Kita memang mencari yang berbeda dengan yang telah ada di sini supaya pengukurannya nanti lebih mudah. Katakanlah kalau di sini sudah ahli gurami, kita ajari gurami lagi, ini bentuk intervensinya sampai berapa besar kan enggak bisa kelihatan," jelasnya.
nPenulis: Parsito Tommy
Editor: ist
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI