Lingkar Purwokerto

2500 Santriwan/ti Ikuti Pawai Taaruf sambut Tahun Baru Hijriah

Minggu, 02 Oktober 2016 07:57 WIB

Suara Purwokerto - Kurang lebih 2500 santriwan dan santriwati dari Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), sisa/siswi MTS, SMP dan SMA di kota Purwokerto mengikuti pawai  ta'aruf dalam rangka melepas tahun 1437 H dan menyambut Tahun Baru 1438 H, Pawai di lepas oleh Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husein di Alun-alun Purwokerto, Sabtu malam (1/10)
Peserta pawai melintasi rute Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Merdeka, Jalan Gatot Subroto, Jalan Masji dan finsih di Alun-alun Purwokerto. 
Kabag Kesra Setda Kabupaten Banyumas Fatikul Ikhsan dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka menyambut tahun baru 1438 H dan melepas 1437 H melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan situs duror di  di Alun-Alun Purwokerto yang dibawakan oleh Grup Al Unsi Tamamah dari Tipar Rawalo, Doa akhir tahun oleh  Drs. H. Sutrisno Usman dari MUI, menabuh bedug sebagai tanda melepas tahun 1437 H oleh Bupati, Ketua DPRD dan jajaran Forkompinda, sholat maghrib berjamaah di Pendopo Si Panji, Doa awal tahun dipimpin oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Drs. H. Bambang Sucipto, tasyakuran dengan memakan tumpeng bersama-sama di Pendopo Si Panji dan diakhiri dengan pawai taaruf.
" seluruh rangkaian kegian ini adalah merupakan perwujudan rasa syukur kepada Alloh SWT, juga sebagai sarana untuk intropeksi dan mawas diri  juga sarana silaturahmi antar sesama umat islam di Banyumas" jelasnya.
Sementara Bupati Banyumas dalam sambutannya menyampaikan perayaan tahun baru islam seharusnya lebih ramai dari perayaan tahun baru 1 januari karena merupakan perayaan tahun barunya umat islam yang mengandung banyak makna, walaupun semakin tahun  berangsur-angsur  mulai tambah ramai.
Husein juga mengatakan, banyak masukan kepada dirinya yang menginginkan dan menyanggupi tahun baru Hijriah diramaikan dengan perayaan kembang api namun setelah meinta pertimbangan kepada para kyai untuk tidak dilaksanakan.
"Saya sudah minta pertimbangan para kyai dan menurutnya tidak perlu dengan perayaan kembang api karena Tahun baru islam itu berbeda dengan tahun baru 1 januari, di tahun baru islam berisikan doa dan sholawat yang sampai ke yang tertinggi yaitu Alloh SWT, kalau kembang api kan hanya dari bawah ke atas tidak sampai kelangit dan turun lagi " teranggnya
Husein meminta dalam merayakan tahun baru Islam atau Hijiriah untuk diperbanyak doa dan takbir dengan khusu supaya kita diampuni dosanya ditahun lampau dan akan diberi petunjuk dan bimbingan agar diberi keselematan dan kesuksesan pada tahun yang akan datang. (Hms.Yon)

Penulis: Administrator

Editor:

Berita Terkait

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.16.1 | Build ID: pmCtWOYYre0vWgHzLSP_f