Suara Purwokerto

Lingkar Purwokerto

Dinkes Banyumas Telusuri Peredaran Vaksin Palsu

Rabu, 29 Juni 2016 11.45 WIB

Dinkes Banyumas Telusuri Peredaran Vaksin Palsu

Suara Purwokerto Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas menelusuri kemungkinan peredaran vaksin palsu di wilayah Banyumas. Vaksin palsu diduga kuat telah beredar di wilayah Jateng menyusul tertangkapnya dua distributor, T dan M di Semarang, Senin (27/6).

 

Plt Kepala Dinkes, Sadiyanto, mengatakan sampai saat ini pihaknya tidak menemukan peredaran vaksin palsu, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Kemungkinan peredaran vaksin palsu terjadi di rumah sakit swasta, praktik dokter swasta, atau praktik bidan, katanya.

 

Sadiyanto menambahkan kalaupun ada (peredaran vaksin palsu) itu di luar fasilitas kesehatan pemerintah. Kami akan mencoba menelusuri ke tempat praktik dokter dan klinik swasta untuk mengetahui vaksin itu berasal dari mana, katanya, Selasa (28/6).

 

Menurutnya pengadaan vaksin di fasilitas kesehatan swasta bukan tanggungjawab dari Dinkes. Pengadaan vaksin di fasilitas kesehatan swasta biasanya dilakukan dari distributor atau rekanan. Sebagian di antaranya juga ada mengambil dari Dinkes.

 

Dia memastikan vaksin di fasilitas kesehatan pemerintah dijamin keasliannya. Pasalnya pengadaan vaksin itu langsug dari distributor resmi melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian didistribusikan ke provinsi dan kabupaten.

 

IDI Banyumas Kecam Peredaran Vaksin Palsu

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banyumas, mengecam adanya peredaran vaksin palsu yang terungkap di sejumlah daerah di Indonesia.


Ketua IDI Kabupaten Banyumas dr. Untung Gunarto menyatakan mengutuk kepada pelaku pembuat , penjual dan juga pembeli vaksin palsu, yang sudah berlangsung sejak tahun 2003.


Untuk mencegah adanya peradaran vaksin palsu IDI Banyumas, telah melakukan kordinasi dengan seluruh dokter di Banyumas. Agar lebih mewaspadai adanya peredaran vaksin palsu, selain itu jika dokter saat akan membeli vaksin, harus melalui jalur resmi, yang telah direkomendasikan oleh Pemerintah, kata Untung.


IDI Banyumas juga meminta kepada seluruh dokter yang ada di Banyumas, untuk ikut mengawasi peredaran vaksin palsu. Jika ditemui adanya vaksin palsu, untuk segera melaporkan kepada IDI, atau Dinas Kesehatan maupun Kepolisian. Namun sejauh ini, di Banyumas belum diketemukan adanya vaksin palsu.


Dengan adanya penemuan vaksin palsu ini, IDI Banyumas meminta masyarakat agar melakukan vaksinasi kepada anaknya di klinik atau pusat pelayanan kesehatan milik Pemerintah, maupun dokter tambahnya. 

Penulis: Administrator

Editor:

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI