Profil

Practical Parenting: Pastikan Anak Tersenyum Pagi Hari!

Kamis, 23 September 2021 05:35 WIB

Practical Parenting: Pastikan Anak Tersenyum Pagi Hari!

Suara Purwokerto - Smile in the morning, then you're happy all the day (Tersenyumlah di pagi hari, niscaya kau akan ceria sepanjang hari!)
Usahakan anak Anda untuk tersenyum setiap pagi hari, bahkan semenjak bangun dari tidur. Sebab dengan memulai permulaan hari dengan senyum, saya yakin anak-anak akan cerah-ceria sepanjang hari. Dengan membiasakan diri tersenyum, pada gilirannya anak akan mampu menjalani kehidupan ini dengan penuh optimisme, penuh keceriaan, dan berbuah kebahagiaan.
Sebagai orang tua, Anda perlu mengidentifikasi hal-hal yang dapat membuat anak Anda tersenyum dan tertawa gembira. Buatlah sebuah daftar, lalu praktikkan setiap pagi dan setiap jelang sore hari. Dengan mengawali hari-hari Anda dengan senyum, pastilah hidup Anda sekeluarga akan lebih ceria dan penuh makna.
Dalam proses penyusunan tulisan ini, saya membuat riset kecil dengan mengirim pertanyaan ke sejumlah rekan: Dalam kehidupan keseharian, hal apakah yang bisa membuat anak Anak tersenyum atau ketawa(?) Terutama di pagi hari, atau kapan saja yang Anda ingat.
Ada beberapa yang memberi respon dan jawaban.
Seorang rekan yang memiliki dua orang anak balita punya jawaban pendek, "Jalan-jalan dan jajan, Pak!" 
Teman lain punya jawaban agak panjang berikut: Saya selalu menyapa anak-anak saat bangun tidur dan biasanya mereka tersenyum. Kepada anak saya yang laki-laki, saya bilang, 'Mas ganteng, mantap sekali tidurnya'. Untuk anak saya perempuan biasanya saya menyapa, 'Adik cantik, mesti baru bangun tapi baunya sudah wangi'.
Ada pula yang menyampaikan jawaban, "Ucapkan assalamualaikum ketika anak bangun tidur, dan bersenda gurau sepulang kerja."
Seorang ibu yang bekerja sebagai ASN, menyampaikan bahwa yang membuat anaknya senang dan tersenyum adalah apabila di rumah banyak makanan cemilan. "Kedengerannya aneh, tapi kenyataannya memang demikian. Apalagi kalau ibunya yang membuat cemilan," katanya.
Adalah hal niscaya bagi setiap orang tua untuk selalu memberikan kasih-sayang kepada anak-anaknya.
Menyapa anak-anak kita dengan sebutan ganteng, pintar, cantik, adalah wujud nyata kasih sayang orang tua kepada anak. Kalau bukan orang tua yang menyapa anak-anak dengan sebutan mulia, lantas siapa lagi? Kalau tidak kita lakukan sekarang, lantas kapan lagi?
Anak-anak kita, berapapun usia mereka (usia TK, SD, SMP, SMA), mereka tetaplah anak-anak yang perlu dimanja (baca: disayang). Meski anak-anak kita seusia SMP-SMA sekalipun, tak ada salahnya kita ajak keluar atau makan bareng, mereka duduk di ayunan dan kita yang mengayun, misalnya.
Bercanda Murah dan Meriah. 
Bercanda dengan si kecil adalah hal yang mudah dan murah, namun memiliki dampak yang sangat positif.
Setiap kali ketemu dengan si kecil (Ica), dan adiknya (Rara), penulis berusaha keras untuk membuatnya tersenyum.
Ilikitik adalah salah satu cara mudah dan menyehatkan. Mintalah mereka untuk membuka kedua telapak tangan mereka, kemudian jari-jari tangan kita garuk-garuk ke telapak mereka. Mereka akan merasa geli, senyum dan tawa pun pecah seketika. Lalu, mintalah mereka secara bergantian menggaruk-garuk kedua tangan sembari berucap, "Ilikitik, ilikitik!" Demikian seterusnya.
Menjelang senja hari, adalah waktu efektif untuk makan bersama si kecil. Saat-saat seperti inilah waktu yang tepat bagi kita untuk memberikan pesan dan nasihat. Semisal bahwa makan dengan bersuara (ceplak) adalah hal yang kurang baik.
Di saat-saat santai bersama si kecil, untuk semarakkan suasana, sesekali saya pun bercanda ringan. Ambillah contoh, saat saya mengunyah keripik atau kacang goreng, saya dekatkan mulut ke telinga anak. Mendengar suara 'kriuk-kriuk' dan menggelitik di telinga, tetiba senyum dan tawa mereka pun membuncah.
Sekali lagi, usahakan anak-anak tersenyum di pagi hari. Demikian pula, buatlah mereka tersenyum ceria setiap jelang petang hari. Sebagai orang tua, kita semua perlu mencari kiat-kiat cerdas untuk membuat anak-anak bisa tersenyum, mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur.
Jika rumah kita dalam keseharian terwarnai dengan senyum dan canda tawa, saya yakin inilah salah satu indikator yang disebut-sebut Rasulullah SAW sebagai 'baiti jannati, rumahku adalah surgaku'. Nah!

Penulis: Akhmad Saefudin SS ME

Editor: Parsito Tommy

Copyright ©2022 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.21.2 | Build ID: qcGjvQDhJWW69CaCs8gPc