Rabu, 2 Desember 2015 13.50 WIB

Menteri Pariwisata saat mengunjungi musium Ransoum Sawahlunto
Suara Purwokerto - Untuk mendukung upaya pengembangan destinasi di Sawahlunto, Sumatra Barat. Kementrian Pariwisata memberikan bantuan 100 toilet, semua itu dimakaudkan agar para wisatawan yang datang merasa nyaman.
"Untuk mendukung pengembangan destinasi dan supaya wisatawan nyaman datang ke Sawahlunto.Kementerian Pariwisata membantu pembangunan 100 toilet," janji Menteri Pariwisata dalam kata sambutannya jelang hari jadi kota Sawahlunto ke 127 Senin malam (1/12)
Sementara Pemkot Sawahlunto merayakan
Ulang tahunnya tahun jni yang diperingati pada tanggal 1 Desember lalu dirayakan secara meriah dengan mengundang artis, musisi, komedian dan atlet yang tergabung dalam Komando (Komedian, Musisi Atlet Indonesia), Komeng, Jarwo Kwat, Rudy, Hikmal J rock, Taufik Hidayat mantan pebulutangkis dll. Selain mengundang selebritas Pemkota Sawahlunto juga mengungdang Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk melihat potensi pariwisata yang dimiliki kota penghasil batubara terbaik di dunia.
Sawahlunto merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah luar biasa di wilayah Sumatera Barat. Batu bara adalah sumber energi utama yang dihasilkan oleh Sawahlunto. Sejak masa penjajahan Belanda, Sawahlunto dijadikan sebagai kota dengan tambang batubara terbesar di Asia. Pertambangan yang kini tidak digunakan kembali meskipun masih memiliki potensi besar untuk menyediakan sumber energy bagi seluruh wilayah Indonesia, saat ini dikembangkan menjadi objek wisata. Disela-sela acara multicultural festival Sawahlunto, Senin, 30 November 2015, Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya mengatakan bahwa Sawahlunto akan menjadi destinasi wisata keluarga di Sumatera Barat.
Jadi memang kalo lihat keindahannya tadi kita dari Padang sampe kesini sempurna saya bilang tinggal positioningnya. Untuk Sumatera barat saya usulkan untuk family tourism itu pasarnya tidak kecil. Itu pasarnya sangat besar tidak harus seperti destinasi yang lain. Disini punya keunikan tertentu, budayanya sangat bagus, alamnya sangat bagus kalo setuju rekan-rekan di Sumbar saya yang bertanggung jawab untuk mempromosikannya ke seluruh dunia Kata Arief Yahya ketika bincang dengan awak media, usai mengunjungi berbagai destinasi wisata.
Arief Yahya menambahkan akan menjadikan Sawahlunto sebagai warisan kota tua yang diakui oleh UNESCO agar dapat mengembangkan destinasi wisatanya
Kita harus setuju dulu dengan positioning Sawahlunto. Kita akan jadikan ini heritage kota tua dan harus segera kita dukung bersama-sama dapat pengakuan dari UNESCO karena itu akan mudah untuk dipasarkan dan pengembangan destinasi tegas Arief Yahya
Arief Yahya mengatakan bahwa, Sawahlunto akan segera memperbaiki diri dan melengkapi semua fasilitas yang berkaitan dengan sektor wisata. Kereta batubara yang disebut dengan lokomotif Ma Itam juga akan segera kembali diaktifkan agar dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Sawahlunto.
Untuk itu dalam rangka merayakan hari jadinya tahun ini Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar berbagai seni budaya multietnis bertajuk Multikultural Even sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh kelompok seni.
Sejumlah kelompok seni budaya multietnis Sawahlunto dan luar daerah memeriahkan panggung multicultural even ini, yang digelar dibeberapa tempat pertunjukan yang strategis di Pusat Kota dan juga disebar di 4 Kecamatan yang ada di Kota Sawahlunto. Ada acara unik namun berbentuk massal adalah Makan Bajamba sebuah kegiatan makan yang berlangsung dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan, dan umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang, yang dibagi dalam beberapa kelompok.
Makan Bajamba dibuka dengan berbagai kesenian Minang, kemudian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur an, hingga acara berbalas pantun (pidato adat). Makan Bajamba adalah ikon puncak Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto, dimana pada tanggal 1 Desember 2006 pernah mendapat rekor MURI dengan peserta terbanyak berjumlah 16.332 orang.
Mengunjungi Sawahlunto, kota di Sumatera Barat yang diapit Bukit Barisan ini membawa kita seperti kembali ke zaman kolonial. Gedung-gedung pemerintahan masih bergaya Belanda. Namun di beberapa bangunan, tidak lupa ditinggalkan pula bentuk bagonjong yang menjadi bentuk atap khas ranah Minang. Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia.
Kota yang dahulu bertumpu pada sektor pertambangan batu bara ini semakin menggeliat membenahi pariwisata. Hotel, museum, tempat rekreasi dan bangunan-bangunan tua di kota ditata apik siap menyambut turis baik domestik maupun asing. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda, sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi "Kota Wisata Tambang yang Berbudaya .
Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menjelaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto setiap memperingati hari jadinya selalu melibatkan seluruh unsur masyarakat. Hal ini untuk membangun rasa kebersamaan, rasa memiliki, rasa tanggungjawab dan rasa partisipasi dalam mewujudkan masyarakat Kota Sawahlunto yang produktif, religius, mandiri dan sejahtera.
Sawahlunto sebagai salah satu kota tua di Indonesia mampu mentransformasi dirinya dari sebuah kota bekas tambang yang lumpuh ekonominya menjadi sebuah kota yang menjadi tujuan wisata, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan nasional tetapi juga mancanegara, papar Ali Yusuf.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Efriyanto Sos. MM menjelaskan kelompok seni multietnis yang tampil di panggung Multikultural Even adalah Kesenian Tradisional dari 10 Kenagarian yang ada di Kota Sawahlunto, Group Sanggar Seni dan Sekolah, Kelompok kesenian dari Paguyuban Etnis seperti Paguyuban Batak, Paguyuban Jawa, Pagujuban Sunda, Etnis Tionghoa dan Etnis Minang tentunya.
Untuk memotivasi dan mengapresiasi kelompok seni penyaji terbaik akan diberikan penghargaan, selain itu juga dilaksanakan kegiatan bersifat lomba dalam rangka melestarikan kesenian daerah seperti Lomba Talempong Pacik dan lomba Penyanyi Keroncong. Sedangkan partisipasi dari luar daerah datang dari group seni anjungan Pemrov Bangka Belitung, Sanggar Tigo Sapilin dari Medan serta dukungan dari Kemenpar dengan mengirim delegasi kesenian Wayang Seleb dengan Dalang Ki Wawan Ajen, yang mempersembahkan bentuk seni pertunjukan wayang golek dengan konsep baru untuk semua kalangan umur penikmat.
Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 127 tahun 2015, diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya dan terciptanya multiplayer effect perekonomian, seperti di bidang akomodasi, rumah makan, pedagang jajanan pasar, sector transportasi, souvenirshop dan lainnya yang akan berdampak terhadap perkembangan seni budaya multietnis sebagai daya tarik kunjungan wisatawan. (Tebe)
Penulis: TEBE
Editor: ANDY
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI