Indonesia kembali kedatangan grup musik jazz kelas dunia, Matt Bianco. Matt Bianco adalah kelompok musik jazz-pop yang dibentuk sejak tahun 1983 di Inggris. Sejak awal kelompok ini sudah terkenal dengan latin-jazz yang enerjik dengan nuansa bossa-nova yang memikat. Lagu-lagu awal mereka seperti Half A Minute , Whose Side Are You On? , More Than I Can Bear langsung mendapatkan perhatian di kalangan penggemar jazz & tampil di chart-musik pop dunia. Dan single berikutnya Yeh Yeh . Dancing In The Street dan Wap-Bam-Boogie bahkan menduduki puncak tangga lagu-lagu disco dan dimainkan di setiap lantai-lantai dansa anak muda.
Dan Fariz RM adalah kunci untuk masuk ke musik Matt Bianco. Demikian yang dipercaya oleh pencinta musik generasi tahun 80-an. Generasi ketika musik jazz vintage besutan Mark Reilly dan Mark Fisher di bawah bendera Matt Bianco.
Grup jazz yang acap membawa latin musik dalam genrrenya itu, diakui Fariz RM pada medio tahun 80-an,"Juga sempat mempengaruhi penciptaan beberapa karya lagu saya," ujar Fariz RM di Jakarta, Selasa (22/3) petang dalam rilis resmi konser Matt Bianco- Indonesia Tour 2016. Yang menempatkan nama Fariz RM sebagai pembuka konsernya di Jakarta dan Yogyakarta. Sedangkan dalam konser Matt Bianco di Bali, Fariz RM tidak turut serta.
Fariz mengungkapkan, pada tahun 80-an ketika musik pop sedang meledak. Pada saat itu Matt Bianco sedang populer dengan pop dansanya, atau pop remix, yang tetap kuat juga nuansa jazz-nya.
"Hampir di semua klub, selalu menampilkan lagulagu Matt Bianco. Hingga akhirnya musiknya jadi pop jazz, miripmirip dengan lagunya Dian Pramanaputra," imbuh Faiz, yang lebih suka menyebut lagunya ballad pop.
"Jadi dengan sangat gembira saya siap menjadi pembuka dari grup yang pernah memengaruhi musik saya, " tekan Faiz ihwal konser di Istora Senayan Jakarta, pada 1 April 2016 dan di Grand Pacific Hall Yogyakarta, para 2 April 2016.
Nenny selaku promotor mengatakan,"Kami harapkan dapat membangunkan lagi memori para pencita musik jazz latin di pertengahan tahun 80-an," katanya.
Oleh karena itu, dia sengaja memasang Fariz RM sebagai pembuka konser yang mematok harga dari angka Rp. 250 ribu hingga Rp 1 juta itu, "Karena ada kemiripan di beberapa lagu milik Matt Bianco dan Fariz RM," imbuh Nenny.
Konser nanti juga akan melibatkan Ida Arimurti, selaku host. Ida yang pada sebuah masa pernah bekerja sebagai penyiar radio Prambors, dinilai Fariz RM adalah tokoh yang sanggup mewakili generasi tahun 80, matt dan fariz. "Karena pada saat itu, saya memang sering memutar lagulagu Matt Bianco dan Fariz RM," ujar Ida yang saat ini mengasuh acara Generasi 80 di Metro TV.
Matt Bianco bergabung bersama Emilio Estefan (suami dari Gloria Estefan) untuk memproduseri album mereka, Indigo. Dari album ini terdapat single-single jazz-latin-crossover yang sangat terkenal seperti Don t Blame It On That Girl , Good Times dan Say It s Not Too Late . Beberapa musisi jazz terkenal pernah bergabung bersama kelompok ini seperti Jenny Evans, Mark Fisher & Basia penyayi cewek asal Polandia yang sangat sukses dengan solo albumnya.
Selama berkarir selama tiga decade, kelompok MATT BIANCO telah merilis 12 studio album ditambah beberapa album kompilasi. Albumnya banyak terjual terutama di Inggris, Jerman, France dan Jepang yang membuat mereka tetap melakukan tour dunia karena show penampilannya selalu ditunggu para penggemarnya di seluruh dunia.
Tahun ini, MATT BIANCO kembali tampil di Indonesia dengan dipromotori oleh Menara Citra Production (MC Pro) dengan schedule show dimulai dari Jakarta (Istora Senayan tgl 1 April), Jogjakarta (Grand Pacific Hall tgl 2 April) dan Bali (Hard Rock Caf tgl 4 April). Adapun rencana penjualan tiket konser MATT BIANCO Indonesia Tour akan segera mulai dijual secara online dan offline di salah satu rekanan partner ticketbox www.karcis.co.id . Tiket dijual mulai dengan harga yang sangat terjangkau bagi kalangan penggemar jazz yaitu mulai Rp.250.000,- di Jakarta dan mulai Rp.200.000,- di Jogjakarta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembelian tiket via. (Boeyil)