Jumat, 10 April 2015 08.18 WIB
Atiqah Hasiholan mengaku deg degan dengan diputarnya film Bulan Di atas Kuburan semua itu lantaran menurunnya jumlah penonton akhir akhir ini.
"Melihat kenyatasn minat masyarakat terhadap film Indonesia terus menurun membuat saya deg degan, jangan jangan film yang saya bintangi bernasib sama" ujar Atiqah saat pers screning film Bulan Di Atas kuburan di Pusat Kebudayaan Perancis. Jakarta Pusat. Senin (6/5?
Beruntung ia dan artis pendukung lain seperti Rio Dewanto, Andre Hehanusa, Remmy Silado, Donny Alamsyah menyadari hal itu. Sehingga ketika produsernya meminta untuk promosi dengan senang hati ia melakukannya.
"Sebagai pemain kita punya tanggungjawab agar film yang kita mainkan banyak ditonton orang. Untuk itu saya pribadi mendukung.setiap upaya promosinya," ujar bintang film
Menurut,Atiqah ada beberapa cara untuk melakukan promosi film, mulai dari nonton bareng hingga menyebarkannya lewat sosial media. Namun, kali ini Atiqah Hasiholan dan artis pendukung lain mempromosikan film mereka dengan cara yang berbeda, yakni memutar filmnya dihadapan awak media
"Promosi secara marathon memang melelahkan, tapi kita harus terap semangat. Apalagi dalam rangka meningkatkan jumlah penonton," kata putri dramawati Ratna Sarumpaet ini.
Agar penonton film kembali bergairah datang ke gedung bioskop, Atiqah berharap campur tangan pemerintah sesegera mungkin. "Insan film tidak bisa berjalan sendirian, harus ada politic will pemerintah. Yang saya tahu diberbagai negara yang industri filmnya maju seperti korea, pemerintah sangat insten membantu insan film," papar bintang film 3 Nafas Likas ini.
"Bulan Di Atas Kuburan" bercerita tentang 3 pria yang merantau ke Jakarta dari kampung halaman mereka di Sumatra Utara untuk meraih impian. Sesampainya di Jakarta, mereka dihadapkan pada kenyataan hidup yang menyulitkan batin mereka.
n"Bulan Di Atas Kuburan" merupakan film daur ulang sutradara Edo Sitanggang dari film berjudul serupa garapan sutradara Asrul Sani yang tayang pada 1973.
nMeski mengemas ulang naskah asli, Edo tetap membangun kembali kisah 'Bulan di Atas Kuburan' dengan pendekatan baru yang lebih sesuai dengan keadaan sosial masa kini. (Tebe)
nPenulis: buyil
Editor: tris
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI