Cablaka
Perusahaan Sawit Rekrut SDM Berkualitas dari Kampus CWE
Senin, 17 Agustus 2015 18.36 WIB

Suara Purwokerto - Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sempat
menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir ini ternyata
membutuhkan banyak sekali tenaga kerja terlatih yang siap pakai antara lain untuk keperluan pengembangan dan perluasan lahan serta kaderisasi
dan regenerasi SDM. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sebagian dari perusahaan-perusahaan perkebunan itu mengandalkan kampus Politeknik
Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE).
Seperti disampaikan Wasekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tjokro Putro Wibowo di Jakarta, baru baru ini, politeknik ini telah menghasilkan ratusan alumni setiap tahun, namun dalam kenyataannya jumlah kebutuhan riil di lapangan sangat besar atau ribuan setiap tahunnya.
Kita membutuhkan 5.000 sampai 6.000 tenaga kerja di sektor kelapa sawit di seluruh Indonesia setiap tahun, untuk mengisi berbagai posisi dimulai dari manajerial tingkat pertama, sambung Tjokro.
Posisi yang dimaksud dimulai dari manager kebun,manager pabrik,asisten kepala, kepala tata usaha, asisten kebun, asisten pabrik, asisten traksi, pengukuran dan alat berat, asisten hama dan penyakit, mandor kebun, krani dan lainnya.
Dikatakan, sektor kelapa sawit membutuhkan SDM yang terdidik dan terampil dalam pengelolaannya, apalagi mengingat kebutuhan regenerasi SDM kelapa sawit di Indonesia amat besar dikarenakan perkebunan kelapa sawit telah dimulai sejak jaman pra-kemerdekaan 100 tahun yang lalu.
Menariknya, kata dia, aspek sustainability serta lingkungan hidup menjadi aspek penting yang juga diperhatikan oleh kampus ini dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.
Triyanto, HR Manager di PT Mulia Inti Perkasa, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur menyampaikan bahwa perusahaannya sejak menjalankan usahanya sangat menyadari bahwa usaha perkebunan kelapa sawit adalah usaha jangka panjang yang senantiasa membutuhkan
SDM yang kompeten, berkesinambungan dan sekaligus harus mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya; untuk
itulah harus dimulai dengan membangun pendidikan kepada anak-anak masyarakatnya. Salah satu caranya adalah mengirimkan mereka kuliah di
Politeknik CWE.
Sudah beberapa tahun ini kami bekerja sama aktif dengan Politeknik Kelapa Sawit CWE dalam urusan perekrutan tenaga kerja. Kami juga ada memberikan beasiswa sponsorship dalam bentuk ikatan dinas, katanya.
Menurutnya, tenaga kerja lulusan Politeknik CWE sangat bisa diandalkan dan dibentuk karirnya. Hal ini ditunjang oleh kurikulum pembelajaran praktik 60 persen dan teoritis 40 persen, serta tenaga pengajarnya 60 persen merupakan praktisi dan 40 persen akademisi.
Metode pembelajarannya menurut saya menjadi efektif karena telah melakukan penekanan pada praktik kerja di perkebunan kelapa sawit secara langsung untuk mempertajam landasan teori yang telah diperoleh, dukungan penyebaran berbagai informasi yang terbaru, fasilitas yang
lengkap di kampus, serta dukungan dari para praktisi dan pemerhati
dunia usaha perkebunan kelapa sawit. Di samping itu, CWE termasuk kampus yang nyaman dan lengkap untuk proses belajar dan mengajar, pungkasnya. (Tebe)
Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sempat
menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir ini ternyata
membutuhkan banyak sekali tenaga kerja terlatih yang siap pakai antara lain untuk keperluan pengembangan dan perluasan lahan serta kaderisasi
dan regenerasi SDM. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sebagian dari perusahaan-perusahaan perkebunan itu mengandalkan kampus Politeknik
Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE).
Seperti disampaikan Wasekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tjokro Putro Wibowo di Jakarta, baru baru ini, politeknik ini telah menghasilkan ratusan alumni setiap tahun, namun dalam kenyataannya jumlah kebutuhan riil di lapangan sangat besar atau ribuan setiap tahunnya.
Kita membutuhkan 5.000 sampai 6.000 tenaga kerja di sektor kelapa sawit di seluruh Indonesia setiap tahun, untuk mengisi berbagai posisi dimulai dari manajerial tingkat pertama, sambung Tjokro.
Posisi yang dimaksud dimulai dari manager kebun,manager pabrik,asisten kepala, kepala tata usaha, asisten kebun, asisten pabrik, asisten traksi, pengukuran dan alat berat, asisten hama dan penyakit, mandor kebun, krani dan lainnya.
Dikatakan, sektor kelapa sawit membutuhkan SDM yang terdidik dan terampil dalam pengelolaannya, apalagi mengingat kebutuhan regenerasi SDM kelapa sawit di Indonesia amat besar dikarenakan perkebunan kelapa sawit telah dimulai sejak jaman pra-kemerdekaan 100 tahun yang lalu.
Menariknya, kata dia, aspek sustainability serta lingkungan hidup menjadi aspek penting yang juga diperhatikan oleh kampus ini dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.
Triyanto, HR Manager di PT Mulia Inti Perkasa, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur menyampaikan bahwa perusahaannya sejak menjalankan usahanya sangat menyadari bahwa usaha perkebunan kelapa sawit adalah usaha jangka panjang yang senantiasa membutuhkan
SDM yang kompeten, berkesinambungan dan sekaligus harus mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya; untuk
itulah harus dimulai dengan membangun pendidikan kepada anak-anak masyarakatnya. Salah satu caranya adalah mengirimkan mereka kuliah di
Politeknik CWE.
Sudah beberapa tahun ini kami bekerja sama aktif dengan Politeknik Kelapa Sawit CWE dalam urusan perekrutan tenaga kerja. Kami juga ada memberikan beasiswa sponsorship dalam bentuk ikatan dinas, katanya.
Menurutnya, tenaga kerja lulusan Politeknik CWE sangat bisa diandalkan dan dibentuk karirnya. Hal ini ditunjang oleh kurikulum pembelajaran praktik 60 persen dan teoritis 40 persen, serta tenaga pengajarnya 60 persen merupakan praktisi dan 40 persen akademisi.
Metode pembelajarannya menurut saya menjadi efektif karena telah melakukan penekanan pada praktik kerja di perkebunan kelapa sawit secara langsung untuk mempertajam landasan teori yang telah diperoleh, dukungan penyebaran berbagai informasi yang terbaru, fasilitas yang
lengkap di kampus, serta dukungan dari para praktisi dan pemerhati
dunia usaha perkebunan kelapa sawit. Di samping itu, CWE termasuk kampus yang nyaman dan lengkap untuk proses belajar dan mengajar, pungkasnya. (Tebe)