Budaya

Mengenal Genta Sentramas Baraya

Selasa, 06 Juli 2021 21:21 WIB

Ketua Dewan Kehormatan Genta Sentramas Baraya M.B. Mudibyo WHS, S.AP, M.M (Foto Dokumentasi Pribadi)

Suara Purwokerto - ‘Genta Sentramas Baraya’ kepanjangan dari Perkumpulan Gerakan Cinta Kesenian Tradisional Banyumasan Bandung Raya. Organisasi sosial masyarakat bidang Seni Budaya ini berdiri di Kota Bandung pada tanggal 19 Maret 2017. Deklarasi di Aula Fisip Unpad Jl. Bukit Dago Utara No.25 Kota Bandung, dimotori oleh tokoh-tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, seniman tradisional, paguyuban dan komunitas Banyumasan yang berdomisili di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.
Ketua Dewan Kehormatan Genta Sentramas Baraya M.B. Mudibyo WHS, S.AP, M.M mengatakan pendirinya adalah berbagai kelompok antara lain Paguyuban Rangkul Kroya, Pawaka, PAKKEM, Paguyuban Linggamas, Papeling Korwil Bandung, Papermas Korwil Bandung, Pagermas, Paguyuban Sidareja, Paguyuban Tiyang Jawi, Paguyuban Warga Giyanti, Paguyuban Gotong Royong, Paguyuban Serayu Krido Laras, Jariwaka, Sanggar Tari & Rias Esa Ariyanti, Lodaya Jati Waseso, Sinom Budoyo, Langen Budoyo, Campur Sari Tirta Indah Kencana, Cakra Budaya, Serayu Krido Budoyo, Sedulur Sekanca Sekar Bima Wilayah Bandung, Komunitas Sugino Siswo Carito Wilayah Bandung Raya (Bawor Moncer), Koordinator Lintas Komunitas, Kompak, Republik Ngapak Poswil Bandung, dan partisan seni tradisional.
"Genta Sentramas Baraya adalah organisasi yang mempunyai massa yang aktif di Bidang Seni-Budaya Banyumasan dan sebagai wadah aspirasi Pandhemen (penggemar), Penanggap serta Pelaku Seni dalam satu wadah gerakan," katanya.
Mudidyo menambahkan Genta Sentramas Baraya bertujuan memelihara silaturahmi dan meningkatkan kesejahteraan warga Banyumasan di Wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, khususnya yang mempunyai eksistensi kesenian tradisional tanpa membedakan asal-usul profesi, latar belakang pendidikan dan pekerjaan.
"Visi organinasi adalah Lestarinya Kesenian Tradisional Nusantara. Sedangkan misinya adalah Pengembangan Kesenian Tradisional Banyumasan.
Pemupukan dan Pengembangan Kegiatan Paguyuban dan Komunitas Banyumasan yang terafiliasi di dalam perkumpulan Genta Sentramas Baraya," tambahnya
Genta Sentramas Baraya juga memberi peluang kegiatan positif kepada Paguyuban dan Komunitas Banyumasan terutama dalam melestraikan kesenian tradisional. Kemudian merangsang Paguyuban dan Komunitas Banyumasan untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan Seni Budaya.
"Mempertahankan atau mencegah secara total pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma dan tradisi budaya bangsa Indonesia," jelasnya.
Kegiatan yang sudah dan akan dilakukan adalah melestarikan dan merawat Seni Budaya khususnya Kesenian Tradisional Banyumasan yang berasal dari Wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascapkeb), dengan cara mengadakan pelatihan melalui padepokan seni, kegiatan Seni Kriya Wayang Kulit & Golek, diskusi budaya, ivent dan/atau pagelaran-pagelaran seni meliputi; Wayang Kulit & Wayang Golek, Jemblungan, Lengger, Sintren, Calung Banyumasan, Ketoprak, Tonil, Drama, Dagelan, Ebeg (Ebleg/Jaran Kepang/Kuda Lumping), Cepetan, Begalan, Buncis, Beksan (Tari) Banyumasan, Ndolalak, Aplang, Angguk, Gendhing, Kidung, Mocepatan, Campursari, Genjring (Janeng), Kenthongan Thek-thek, Sastra Banyumasan, Film, dan lain lain.
"Genta Sentramas Baraya juga menjalin kerjasama secara erat dengan lembaga-lembaga mitra seperti Pepadi Pusat Jakarta, Paguyuban Pamannjawi Bandung, Paguyuban Jawa Tengah Jakarta, HBJKB Bandung, Yayasan Puri Bambu Bandung, dan lainnya," pungkas Mudibyo.

Penulis: Parsito Tommy

Editor: Andy Ismer

Berita Terkait

Minggu, 29 Agustus 2021 18:36 WIB

Buku "Anak Cucu Bonokeling" Diluncurkan

Senin, 28 Juni 2021 11:43 WIB

Ayang Oyong

Copyright ©2021 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.20.1 | Build ID: zxM9ndV3oXb1kDK9zvugk