Suara Purwokerto

Budaya

Festival Rewandha Bojana di Komplek Masjid Sakatunggal Cikakak

Rabu, 4 November 2015 17.58 WIB

Festival Rewandha Bojana di Komplek Masjid Sakatunggal Cikakak

Suara Purwokerto -Ini festival yang langka dan unik. Masih dalam kaitan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram atau Suro dalam penanggalan Jawa yang biasa disebut Grebeg Suran, di komplek Masjid Saka Tunggal Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, digelar Festival Memberi Makan Kera atau dalam bahasa Jawa disebut Festival Rewandha Bojana . Festival yang diinisiasi oleh Aliansi Pariwisata Banyumas (APB) bersama warga Cikakak itu 
Apa keunikan Festival Rewandha Bojana ini? Uniknya dalam grebeg suran ini, gunungan yang berisi buah-buahan, sayur-sayuran, dan hasil bumi yang dikirab, kalau dalam grebeg suran biasa (misalnya di Grebeg Suran Baturraden) gunungan itu akan diperebutkan manusia (mereka yang berkunjung di acara grebeg suran).

Nah di Festival Rewandha Bojana, sesuai namanya memberi makan kera , gunungan itu diperuntukkan pada kawanan kera yang banyak terdapat di hutan sekitar Masjid Saka Tunggal.

Prosesi Rewandha Bojana

Prosesi Rewadha Bojana dimulai dengan kirab dua gunungan berisi buah-buahan dan sayuran yang mengambil start dari rumah Kepala Desa Cikakak, menuju areal parkir wisata religi Masjid Baitussalam yang dikenal pula sebagai Masjid Saka Tunggal. Di situ gunungan didoakan untuk keberkahan bersama.
Setelah didoakan, dua gunungan itu diarak menuju pelataran Masjid Saka Tunggal. Bupati Banyumas Ir Achmad Husein bersama ratusan warga masyarakat ikut dalam arak-arakan itu. Di pelataran masjid dua gunungan itu kemudian diserahkan oleh Deskart Sotyo Jatmiko selaku koordinator APB kepada Sulam, juru kunci Masjid Saka Tunggal.
Nah rewandha bojana terjadi dalam prosesi ini, dimana Sulam memberikan gunungan itu kepada ratusan kera berekor panjang yang merupakan komunitas kera penghuni hutan di Cikakak yang berada di sekitaran Masjid Saka Tunggal.

Tidak lama kemudian, buah dan sayuran yang ada di dua gunungan tersebut akan habis diperebutkan oleh kera-kera ekor panjang itu. Sesi ini seharusnya menarik perhatian pengunjung, yaitu menyaksikan ratusan kera berebut menyerbu gunungan berisi buah-buahan dan sayuran itu. Harapannya, ketika gunungan itu diletakkan, kera-kera akan turun dari pepohonan.Namun rupanya pengunjung yang membludak pada Minggu siang itu, menimbulkan ketakutan pada kera-kera untuk turun. Hanya beberapa ekor kera dewasa yang berani mendekat. Akhirnya panitia membawa gunungan itu lebih dekat ke kawanan kera-kera berekor panjang hutan Cikakak itu.Diperkirakan kawanan kera di sekitar Cikakak mencapai 300-an ekor. Akan sangat menarik jika ratusan kera itu mau turun berebut makanan buah-buahan dan sayuran yang tersaji khusus untuk mereka sesuai nama festival Rewandha Bojana atau memberi makan kera.Menurut Koordinator APB Deskart Sotyo Jatmiko yang juga Kabid Pariwisata Disporbudpar Banyumas, diharapkan adanya Festival Rewandha Bojana ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata religi Masjid Saka Tunggal.Sedangkan menurut Kepala Desa Cikakak Suyitno festival itu digelar sebagai bagian dari tradisi Suran dimana memberi makan kera juga merupakan bagian dari tradisi warga Cikakak di musim kemarau, karena terbatasnya sumber makanan untuk kawanan kera akibat kekeringan.Sebuah harmoni alam yang indah dan inspiratif dari Cikakak, dimana kawanan primata yang hidup di sekitar Masjid Saka Tuggal ikut diistimewakan dan menjadi bagian dari kehidupan warga setempat.

Penulis: IST

Editor: AGI

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI