Sabtu, 4 April 2015 00.04 WIB
Sutradara film I’ve Just Had A Dream (Acabo de Tener un Sueño), Javier Navaro menerim trophy film terbaik International Film Festival.2015
Untuk kesekian kalinya Internatonal Film Festival digelar Damien Dematra, sutradara berbakat ini. Tapi sayangnya tidak mendapat dukungan dari pemerintah baik ketika film masih dibawah naungan Kementrian Pariwisata.dan Ekonomi Kreatif maupun sekarang ketika dibawah naungan Kementrian Pendidikan Nasional. "Kami pernah dijanjikan oleh salah satu pejabat di salah kementrian yang waktu itu datang di acara ini. Tapi sampai sekarang sampai mentrinya ganti, nggak ada realisasinya. Ya, udah kita jalani aja "ujar Damien selaku ketua pelaksana International Film Festival ketika jumpa pers di Pusat Kebudayaan Rusia Jakarta Pusat Kamis (2/4)
Dalam International Film Festival for Women Social Issues and Zero Discrimination (IFFWosoro) Film Spanyol berjudul ‘I’ve Just Had A Dream (Acabo de Tener un Sueño) arahan sutradara Javier Navaro menjadi jawara di International Film Festival for Women Social Issues and Zero Discrimination (IFFWosoro). Sebuah festival film perempuan dan anti diskriminasi yang digelar Dewan Kreatif Rakyat (DKR) di Jakarta. Film tersebut dinilai mampu memberikan pesan yang sangat kuat dan mendalam tentang persoalan diskriminasi dan perempuan, di samping memang sinematografinya menawan.
.."Festival film ini hadir khususnya sebagai salah satu bentuk teguran pada pemerintah untuk menegakkan nilai-nilai yang tidak diskriminatif terhadap perempuan dan kaum minoritas di Indonesia,” ungkap Damien
Lebih lanjut, Damien menerangkan, “Acara ini sangat spesial karena diadakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, kemudian Hari Anti Diskriminasi Internasional 1 Maret, Hari Autisme 2 April, Hari Film Nasional 30 Maret, dan juga Hari Kartini 21 April.”
nIFFWosoro, sebuah festival film perempuan dan anti diskriminasi yang didukung oleh World Film Council, Russian Culture, iHebat International Volunteer dan Yayasan Denny JA Indonesia Tanpa Diskriminasi, ini dihadiri langsung oleh para pemenangnya, seperti di antaranya; Eleazar Del Rosario dari Filipina, Tom Jumpoth dari Thailand, Pragya Chauhan dari India, Boitshoko Jeremia dari Botswana, Peter Dickson dari Australia, Judith Morrow dari Canada dan Mrityunjay Devvrat dari India.
Dalam festival ini, secara khusus memutar film ‘Minah Tetap Dipancung’, sebuah film tentang nasib TKW yang divonis pancung di Arab Saudi. Film tersebut adalah karya kolaborasi antara Denny JA dan Hanung Bramantyo. “Di tengah langkanya film-film bertema diskriminasi di Indonesia, hadirnya kedua film tersebut dalam festival kali ini memberi pesan penting bagi para sineas dan seniman film Indonesia, bahwa membuat film dan berkesenian adalah bagian dari upaya untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik, yakni Indonesia yang bermartabat, Indonesia Tanpa Diskriminasi, “ kata Dedeh Kurniasih, Sekjen DKR.
Festival yang bersamaan dengan Hari Autis Sedunia yang jatuh pada tanggal 2 April, ini DKR juga mengadakan pertunjukan yang dibawakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu grup band I’m Star yang kisah hidupnya telah difilmkan oleh sutradara Damien Dematra. DKR berharap agar kreatifitas ABK dapat diberi perhatian khusus oleh pemerintah karena ini bisa menjadi salah satu bentuk treatment seperti yang dialami oleh I’m Star.
I’m Star yang beranggotakan Abi, Arya, Ersita dan Sinta ini sebelumnya telah mempertunjukan kebolehan mereka di Istana Kepresidenan RI. Tak hanya itu, penampilan mereka juga mendapat kemenangan di luar negeri. Pembina I’m Star, Dewi Semarabhawa, menyampaikan harapannya untuk dapat membantu kemandirian mereka, agar kelak mendapat pekerjaan. “Dalam mendidik mereka (anak autis) memang susah, tapi kita punya harapan untuk kemandirian mereka,” ungkap Dewi.
I’m Star yang dibentuk sudah tiga tahun ini, hingga kini belum dapat bantuan dari pemerintah. Tapi Dewi tetap optimis dapat mengasah kemampuan anak-anak autis ini.
nDi akhir acara diluncurkan theme song festival film ini yang berjudul ‘One Love for All’ yang dinyanyikan oleh Natasha Dematra, salah satu Duta DKR. Lagu yang pengambilan gambarnya dilakukan di lima benua ini memperkuat misi global dari International Film Festival Group yang mendedikasikan festival-festivalnya untuk membantu Perserikatan Bangsa-bangsa dalam mempromosikan perayaan hari-hari internasionalnya demi kepentingan kemanusiaan. (Tebe)
Penulis: tress
Editor: trees
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI