Budaya

Ziarah Ke Makam Joko Kaiman Mengenang Sosok Jiwa Rela Berkorban

Jumat, 14 Februari 2020 15:35 WIB

Suara Purwokerto -  Bupati Banyumas Achmad Husein dan Wakil Sadewo Tri Lastiono bersama DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), serta para pejabat eksekutif di jajaran Pemkab Banyumas, melaksanakan ziarah ke makam R Joko Kaiman Bupati Pertama Banyumas, di makam Dawuhan, Banyumas Jumat (14/2/2020). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Banyumas. Pada peringatan hari jadi yang ke 449, yang jatuh pada 22 Februari 2020, rombongan Bupati melakukan ziarah, dengan mendoakan bupati pertama R Joko Kaiman serta menaburkan bunga di pusara pendiri Banyumas tersebut.

“Tujuan kami dan rombongan adalah mendoakan Raden Djoko Kaiman atau Adipati Mrapat, Bupati pertama Banyumas yang sudah mendirikan Banyumas hingga saat ini,” kata Bupati.

Ziarah diawali dengan tahlilan yang dipimpin oleh juru kunci Makam Dawuhan Sukirman. Bupati Banyumas Ir Achmad Husein didampingi, Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Subagyo, Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono dan anggota Forkompinda, berada di cungkup makam mereka memanjatkan doa bersama.

Ziarah diakhiri tabur bunga di pusara makam Raden Djoko Kaiman yang dipimpin oleh Bupati Achmad Husein diikuti undangan lainya.

Dalam sambutan pengantar Bupati menyampaikan bahwa Banyumas bisa seperti sekarang berkat pengabdian, perjuangan, dan kerja keras pada bupati terdahulu. Menurutnya Raden Joko Kaiman mempunyai jiwa yang kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mendapat hadiah dari Sultan Pajang Hadiwijaya berupa Penobatan sebagai Adipati Warga Utama II, tapi karena keiklasannya beliau membagi wilayah kekuasaanya menjadi 4 kepada saudara-saudaranya yang lain.

“Jiwa kesatria dan rela berkorban inilah yang patut kita tauladani” ungkapnya.

Untuk itu bupati mengajak agar acara ziarah ini, dapat diambil manfaat disamping untuk mengenang jasa bupati terdahulu juga sebagai intropeksi diri, dan rasa untuk menghargai para pendahulu.

Usai acara sambutan, doa dan tabur bunga, bupati keluar cungkup, membagikan uang kepada warga setempat. Bupati, wakil bupati dan Formkompinda masing masing memegang segepok uang pecahan dua ribuan dan sepuluh ribuan untuk dibagi-bagikan. Setiap orang dewasa diberi selembar duapuluh ribuan sedangkan anak-anak diberi sepuluh ribuan. Kegiatan ini menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun, sehingga masyarakat tahu dan selalu menunggu.

Seusai berziarah, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalan ke Pendopo Duplikat Pendapa Sipanji Kecamatan Banyumas, untuk mengadakan tasyakuran dan menyaksikan pagelaran wayang ruwatan.

Parsito

Penulis: Parsito

Editor: Andy Ismer

Copyright ©2020 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.19.3 | Build ID: EjyYc7swEl9kQ6JwClUYg