Budaya

SITUS WATU LANGGAR Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Sejarah Asal Usul Kali Mengaji

Selasa, 28 Mei 2019 05:18 WIB

Suara Purwokerto - Kali Mengaji atau Sungai Mengaji merupakan sungai yang sangat penting  peranannya bagi kehidupan masyarakat kecamatan Cilongok Karanglewas Kedungbanteng dan sekitarnya dengan sumber mata air utamanya di hutan lereng selatan Gunung Slamet.

Nama Kali Mengaji tak dapat dipisahkan dari tokoh ulama sepuh Syeikh Abdusalam Desa  Gununglurah  Kecamatan Cilongok Banyumas yang sangat besar jasanya dalam penyebaran agama Islam di Desa Gununglurah dan desa -desa sekitarnya 

Syeikh Abdusalam menurut juru kunci makam Mbah Akhmad Sujangi(73th) warga rt 2/rw8 Desa Gununglurah  berasal dari daerah Solo yang belum diketahui secara pasti waktu kedatangannya di Desa Gununglurah.

Menantu Syeikh Sela Kerti itu mempunyai ilmu agama islam yang sangat mumpuni baik ilmu syariat,,hakikat,tarikat dan marifat sehngga berhasil mengejak mesayarakat desa Gununglurah memeluk agama Islam dengan pedekatan yang sangat bjaksana melalu dakwahnya yan sejuk.

Karomah Syeik Abdussalam terlihat ketika beradu ilmu dengan mertua beliau Syeikh Sela Kerti yang menjadi penguaasa wilayah Gununglurah dan sekitarnya 

Pada saat itu Syeikh Sela Kerti mampu menunjukkan ketinggia keimuannya dengan membuat tasbih dengan batu, seketika dijawabnya oleh Syeikh Abdusallam dengan mengambil air dengan sebatang lidi.

Merasa lebih rendah ilmunya dari Syeikh Abdusallam ,Syeik Sela Kerti kemudian menyatakan menyerahan kekuasaannya pada menantunya Syeikh Abdussalam sebagai penguasa desa Gununglurah dan sekitarnya,

Syeikh Abdusallam juga memunyai karomah saat beliau bersama istri dan murd-murid melalsanakan shoalt di tep sungai Mengaji diatas batu besar ,karena jamaahnya terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan tak ada pembatasannya tiba-tiiba dengan izin Alloh SWT ,tangan Syeikh Abdusallam mampu membelag batu menjadi dua sebagi garis pembatas sholat laki-laki dan perempuan.

Tatkala sedang melaksanakan sholat berjmaah tiba-tiba hujan segera turun dan banjir datang seketika,namun atas kekuasaan Alloh SWT,banjr bandang itu tak menerjang Syeikh Abdusallam dan pengikutnya melainkan banjir bandang berbelok dari batu tempa sholatnya,

Kemudian kali atau sungai tersebut dinamakan Kali Mengaji atau Sungai Mengaji sebagai tanda "ngajeni "(bhs Banyumas) atau menghormati Syeikh Abdusalam dan jamaahnya yang tengah menjalankan sholat .

Karangnangka 20 Mei 2019

Sumber: 
Wawancara dengan Mbah Akhmad Sujangi kuncen Makam Syeikh Abdusalam dan ke lKali Mengaji Desa Gununglurah

Penulis: Kang Mul

Editor: Andy Ismer

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: | Build ID: 31aJ0MuO18PZM3MdYoDSu