Kamis, 23 Juni 2016 16.19 WIB

BANYUMAS - Para pemudik yang
melintas di perlintasan kereta api sebidang Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, kini
dapat berlega hati menyusul pengoperasian Jalur Lingkar Sumpiuh (JLS). Jalur
sepanjang lima kilometer itu akan memecah kemacetan arus kendaraan yang selama
ini terjadi di perlintasan rel.
"Mudah-mudahan Jalan
Lingkar Sumpiuh ini bisa membantu menghindarkan kemacetan pemudik, sedangkan
jalur rel Sumpiuh masih bisa digunakan sebagai alternatif," ujar Gubernur
Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP usai meresmikan pengoperasian Jalur Lingkar
Sumpiuh, Rabu (22/6).
Ia menjelaskan, perlintasan
kereta api sebidang di Sumpiuh dan overpass
rel kereta api di Kecamatan Tambak selama ini menjadi titik kemacetan di ruas
jalan nasional Buntu-Batas Kedu Selatan. Kondisi itu selalu terjadi saat mudik
dan balik Lebaran, Sebab, menjelang Lebaran frekuensi kereta yang melintas
semakin tinggi. Akibatnya, antrean kendaraan kian panjang.
Masalah kemacetan saat
mudik, imbuh Ganjar, pasti akan selalu terjadi. Sebab, warga di perantauan yang
jumlahnya mencapai 10 juta orang melakukan aktivitas mudik. Untuk itu, Ganjar
meminta agar mereka dapat menikmatinya.
"Nikmatilah itu
sebagai sensasi mudik. Jadi ngomel pun tetap tidak bisa terhindar dari macet.
Akan tetapi yang penting adalah para pemudik dalam kondisi sehat jiwa, raga,
maupun kendaraannya." imbuhnya.
Ganjar menambahkan, setelah
beroperasinya jalur yang menghubungkan Desa Kebokura Sumpiuh hingga Desa
Kamulyan, Tambak tersebut, para pemudik tidak perlu melewati Pasar Sumpiuh
ataupun perlintasan sebidang Sumpiuh.
Selain memudahkan pemudik,
adanya JLS juga akan membuka pintu-pintu perekonomian bagi masyarakat sekitar.
Sepanjang sekitar lima kilometer yang membentang dari Desa Kebokura hingga
Kamulyan itu, bisa didirikan warung, tempat makan, hingga rest area.
Sementara terkait jalur
mudik yang rawan longsor, lanjut gubernur, pemprov bersama Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) akan mengeceknya satu-persatu. Untuk titik-titik yang
ditengarai berpotensi longsor dan langganan longsor bakal diberi rambu-rambu
peringatan agar para pemudik waspada.
"Semua jalur ini belum
dilengkapi rambu-rambu yang fix.
Untuk itu pemudik diimbau berhati- hati dan jangan khawatir, kami selalu
membantu," imbaunya
Penulis: TOMMY
Editor:
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI