Jumat, 20 Mei 2016 15.24 WIB

Bupati
menyambut Tim dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada TIM. Menurut
pengamatan kami, SD Negeri Locondong, merupakan SD yang sudah mempunyai budaya,
hidup bersih dan sehat, hal ini terbukti saat kami mengadakan kunjungan,
apabila ada tamu yang membuang sampah
sembarangan tak segan-segan para siswa mengingatkan kepada orang tersebut kata
Bupati.
Kunjungan
Tim ke lokasi diterima oleh Wakil Bupati dr. Budhi Setiawan, Ketua Tim
Penggerak PKK, Kepala SKPD, Muspika Rawalo, Kepala Desa Losari, Kepala Sekolah
berserta Guru dan siswa siswi. Wakil Bupati dr. Budhi Setiawan menyampaikan
bahwa SD Negeri Locondong walaupun berada di perbatasan Cilacap. Selama lima
tahun terkahir, kami melakukan pantauan menunjukan kemajuan dalam peningkatan
dalam kegiatan kesehatan dan kebersihan lingkungan serta peningkatan derajat
kesehatan siswa melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah, kata Wabub.
Sementara
itu Kepala SDN Locondong, Puji Astuti Esti Cahyani S.Pd memaparkan bahwa
bukanlah hal yang mudah merubah kebiasaan siswa membuang sampah pada tempatnya.
Upaya itu memerlukan waktu lima tahun lebih, agar para siswa menghargai
lingkungan terutama dalam hal membuang sampah pada tempatnya, dapat memilah
sampah organik, an organik dan sampah berbahaya katanya.
Puji
mengatakan kebiasaan tersebut sudah dicontohkan oleh pada guru penjaga untuk
merubah kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan itu sudah
membudaya, maka apabila ada warga sekolah yang terlihat mebuang sampah
sembarangan akan ditangkap, dan diberi hukuman membersihkan lingkungan sekolah,
tak terkecuali guru bisa ditangkap siswanya sendiri, tambahnya.
Ketua Tim
Penilai LSS Agus Suharyanto MA mengatakan bahwa Tim sebenarnya sudah memiliki
point SDN Loncondong. Karena sebenarnya setiap sekolah sudah bisa mengukur
nilai yang akan diperoleh. Sehingga kami tidak kesulitan menentukan sekolah
mana yang akan menjadi sekolah sehat katanya.
Dari
kriteria tersebut berdasarkan data administrasi yang menjadi poin awal
penilaian, terdapat 93 Sekolah dari 24 Provinsi
yang mengikuti dan mempersiapkan
lomba ini. Unsur penilaian yang utama adalah perilaku siswa dengan adanya
program UKS disekolah. UKS harus mampu memberikan dan mendidik siswa untuk
menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang selanjutnya bisa menjadi
budaya mereka tambahnya.
Agus juga
berharap penerapan PHBS juga dialkukan di rumah dan lingkungan masyarakat.
Penulis: Parsito Tommy
Editor:
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI