Suara Purwokerto

Lingkar Banyumas

Hantori Chocolatoz, Pelestari Lingkungan dari Pekuncen

Senin, 21 Maret 2016 08.10 WIB

Hantori Chocolatoz, Pelestari Lingkungan dari Pekuncen

Suara PurwokertoMencoba mencoba dan mencoba lagi menjadi motto dalam hidupnya, Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, begitu pepatah lama yang sering diajarkan pada murid-muridnya di SDN Pekuncen 2 Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas.Pak Han,lelaki berusia 54 th yang silam tak pernah menyerah dalam menghadapi kegagalan, Bertani menjadi kesenangan semenjak kecil sampai sekarang. Pria yang pandai memainkan alat musik gitar pernah gagal mengelola usaha pembibtian dan budidaya Albasia pada tahun 2008 karena faktor alam yaitu kekeringan di lahan yang ia kontrak di Dusun Sindang bersama dengan warga Sindang yang bernama Kusworo karena musim kemarau panjang sehingga tanaman albasia yang. ditanam mati seketika karena kekurangan air. Semuanya ikhtiar sudak dilakukan dengan memasang pompa air dengan membuat sumur bor sebagai sumber air menyiram tanamannya, Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak begitu nasib yang menimpa Pak Han dengan kerugian material ,tenaga,pikiran serta keuangan yang tak sedikit diinvestasikan membuat pembibitan dan budidaya kayu alabsia.

Hamparan seluas 10 Ha bersebelahan dengan "Obyek Wisata Curug Nangga" yang mulai moncer menjadi  destinasi  wisata baru dengan keindahan air terjun bersusun 7 dengan air yang jernih dikelilingi pepohonan disekitarnya yang tumbuh subur dan rimbun menambah eksotisnya Curug Nangga menjadi buruan wisatawan daerah Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.Mendapat informasi dari sahabatnya bahwa tanah banda desa yang terletak disebelah obyek air terjun Curug Nangga Desa Petahunan,Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sangat menarik dengan melakukan MOU dengan pihak Pemerintahan Desa terkait dengan menekan kontrak pengelolaan lahan banda Desa dengan menanam Kelapa Genjah Enthok menjadi skala prioritas utama karena rata-rata penduduk desa dan sekitar desa Ciongok berprofesi menjadi penderes,menjadi bahan pembuat gula jawa/gula merah.

Melihat tanah yang begitu luas itu Pak Han memberinikan  diri dengan menanam 2700 batang pohon kelapa genjah entok ,dengan hitungan matematis analisa usaha tani kelapa genjah entok menjadi pilihan masa depan menjelang purna tugas sebagai seorang pendidik di sekolah dasar,sejak tahun 1982. Tumpang sari, model yang dikembangkan Pak Han, begitu panggilan pria berkumis dan berkacamata kelahiran Pancurendang memanfaatkan lahan yang tertidur tanpa sentuhan tangan-tangan terampil,inovatif dan kreatif sekaligus menjadikan katup penyangga lingkungan hidup dengan penghijauan ,yakni menanam Kelapa Genjah Entok yang diproyeksikan akan berbuah pada saat berumur 3th,


Menunggu masa tiga tahun kedepan dihamparan yang luas itu ditanam juga Pohon Pisang, Ketela Pohon ,Kakao,.Sembari merawat Kelapa Genjah Entok,Pak Han memualai membangun embung tempat penampungan disaat musim kemarau tiba yan g dpersiak sejak sekarang. Pak Han berharap kelak 3 tahun kedepan Kelapa genjah Enthoknya menghasilkan nilai tambah ekonomi dengan menjadikan Kelapa Genjah Entoknya menghasilkan nira (Badeg) bahan dasar pembuatan Gula Merah.atau Gula Jawa,,,

Penulis: Kang Mulyono

Editor: ANDY

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI