Kamis, 24 September 2026 11.32 WIB

Suara Purwokerto - Upaya penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Hal itu dibahas dalam Pertemuan Daerah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Casa De Lani Resort, Baturraden, Rabu (23/9/2026).
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti saat membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya memperkuat jejaring antar-KPA kabupaten/kota untuk mendukung target Ending AIDS 2030.
Menurut Lintarti, persoalan HIV-AIDS tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Sejumlah tantangan lain seperti pasien yang berhenti menjalani pengobatan, koordinasi lintas wilayah, pendampingan sosial, hingga stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV masih perlu ditangani secara bersama-sama.
“Pekerjaan kita masih panjang. Tantangannya bukan hanya bagaimana melakukan deteksi dini dan memastikan akses pengobatan, tetapi juga pasien yang putus berobat, koordinasi lintas wilayah, pendampingan, serta masih adanya stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat,” ujar Lintarti.
Ia mengatakan, penanganan HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya rumah sakit, puskesmas, dan sektor kesehatan. Dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas, keluarga, hingga masyarakat juga dinilai memiliki peran penting.
Lintarti juga mengingatkan pentingnya koordinasi antardaerah karena persoalan HIV tidak terbatas pada wilayah administratif tertentu.
“Apalagi HIV tidak mengenal batas wilayah administrasi. Koordinasi antar kabupaten dan antar kota menjadi sangat penting. Saya berharap melalui forum ini jejaring KPA se-Jawa Tengah semakin kuat. Jangan sampai koordinasi hanya berjalan ketika ada pertemuan, tetapi terus berlanjut dalam pelaksanaan program di lapangan,” katanya.
Selain memperkuat koordinasi, ia mengajak seluruh pihak meningkatkan pencegahan penularan, kesadaran masyarakat, deteksi dini, serta memastikan keberlanjutan pengobatan bagi orang dengan HIV.
Upaya tersebut, lanjutnya, perlu dibarengi dengan pengurangan stigma dan diskriminasi sehingga orang dengan HIV tetap dapat memperoleh layanan kesehatan dan menjalani kehidupan secara produktif.
Sekretaris KPA Kabupaten Banyumas H. Suwondo mengatakan, pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyusun strategi bersama dalam menghadapi persoalan HIV-AIDS di Jawa Tengah.
Dalam forum disampaikan estimasi jumlah orang dengan HIV di Jawa Tengah mencapai sekitar 50 ribu orang. Kondisi tersebut, menurut Suwondo, menunjukkan bahwa penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan program yang berkelanjutan serta keterlibatan lintas sektor.
“Tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan forum komunikasi regional untuk memecahkan sekat-sekat sektoral demi merumuskan strategi penanganan yang inklusif, humanis, dan tepat sasaran menuju Ending AIDS 2030,” jelasnya.
Suwondo menyebut sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam forum tersebut, di antaranya pasien yang putus berobat, penanganan kasus lintas wilayah, serta penguatan jejaring layanan HIV antarkabupaten/kota maupun dengan daerah di luar Jawa Tengah.
Forum juga membahas upaya meningkatkan deteksi dini dan memperluas akses pengobatan. Pendampingan sosial melalui pekerja sosial dan komunitas turut menjadi bagian dari strategi yang dibahas.
Pertemuan Daerah KPA Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 22-23 September 2026. Kegiatan diikuti perwakilan KPA kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta sejumlah KPA dari luar Jawa Tengah.
Selain unsur pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah terkait, kegiatan juga melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan HIV.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembukaan, talkshow, dan forum diskusi bersama Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Sentra Satria, serta unsur KPA. Melalui pertemuan tersebut, jejaring KPA diharapkan semakin kuat dan mampu menghasilkan langkah tindak lanjut bersama dalam penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah.
Penulis: Afilia Sari
Editor: Afilia Sari
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-fc6Cu0Hv2GZICb-ZkTdJc