Selasa, 4 Agustus 2026 16.39 WIB

Pramuka Peduli Kwarran Lumbir Bersama BWS Citanduy Salurkan Bantuan Air Bersih
Suara Purwokerto - Kemarau panjang mulai memukul warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Sumber air yang kian terbatas membuat 210 kepala keluarga (KK) di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir bergerak. Melalui Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli, Kwarran Lumbir bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Citanduy membantu masyarakat dengan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Senin 3 Agustus 2026.
Bantuan air bersih dipimpin langsung oleh Sekretaris Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, S.Pd. Air didistribusikan kepada warga yang berada di tiga RT di wilayah RW 05 Desa Cingebul. Kehadiran bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Agus Prihatin mengatakan, Pramuka Peduli berupaya hadir di tengah masyarakat ketika terjadi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar.
“Pramuka harus hadir dan mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan. Bantuan ini memang belum menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi setidaknya dapat meringankan beban warga,” katanya.
Menurut Agus, kerja sama dengan BWS Citanduy dan perangkat desa merupakan bentuk sinergi untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan. Distribusi air bersih diharapkan dapat terus dilakukan apabila kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air masih berlangsung.
Bagi warga Cingebul, air yang didatangkan bukan sekadar bantuan. Setiap tangki air menjadi penopang kebutuhan rumah tangga di tengah sumber air yang semakin sulit diperoleh.
"Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran Pramuka Peduli dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, Pramuka juga dituntut peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya," lanjutnya
Kolaborasi Kwarran Lumbir dan BWS Citanduy menjadi contoh bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan gotong royong berbagai pihak. Ketika kemarau membuat air menjadi barang berharga, kepedulian dan gerak bersama menjadi bagian penting untuk meringankan beban masyarakat
Eko Yuliansor
Penulis: Parsito Tommy
Editor: Parsito Tommy
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-BBdYsR7lGiDoJ_qoD9urF