Suara Purwokerto

Lingkar Banyumas

Laporan Pelanggaran Banjiri Panwaslu Purbalingga

Kamis, 10 Desember 2015 20.03 WIB

Laporan Pelanggaran Banjiri Panwaslu Purbalingga

Suara Purwokerto - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Purbalingga banjir laporan dugaan politik uang yang dilakukan oleh simpatisan maupun relawan kedua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati. Selasa (8/12) malam, Panwaslu mendapatkan laporan dugaan politik uang di dua kecamatan, yakni Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari dan Desa Kembaran Wetan, Kecamatan Kaligondang. Di Kecamatan Bobotsari warga melaporkan dugaan politik uang kepada warga, yang diduga diberikan oleh paslon nomor satu. Sedangkan di Desa Kembaran Wetan, politik uang diduga dilakukan oleh paslon nomor urut dua. Komisioner Panwaslu Purbalingga Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Arto Wibowo mengatakan, laporan tersebut dilakukan warga kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Namun, oleh Panwascam dilimpahkan ke Panwaslu untuk ditangani. "Kami tengah menindaklanjuti laporan tersebut. Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk menidaklanjuti laporan tersebut," ujarnya, kemarin. Panwaslu memiliki waktu lima hari untuk menyelesaikan laporan tersebut. Dugaan pelanggaran juga terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 8 Dukuh Mlayang, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang. Di TPS ini terjadi bagi-bagi kalender yang dilakukan oleh relawan paslon nomor urut satu. Dari pantauan, beberapa warga yang didominasi lansia mendapat kalender tersebut. Bahkan, mereka sempat membuka gulungan kalender dan disaksikan orang lain yang berada di tempat tersebut. Ketua Panwaslu Purbalingga, Dewi Palupi Cahyaning Wiyati mengatakan, yang terjadi di TPS 8 Mlayang diduga adalah pelanggaran. Sebab masih ada alat peraga yang beredar di masyarakat dan merupakan bahan kampanye. Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi, karena sejak H-3 sebelum pencoblosan tidak boleh ada lagi seperti itu. Kasus tersebut telah ditangani oleh Panwascam Kaligondang. Sementara itu, di Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah suasana di Balai Desa memanas. Hal itu, terjadi ketika Panitia Pengawas Lapangan (PPL) desa tersebut diancam oleh relawan dari paslon nomor urut satu. PPL tersebut diancam karena tidak terima paslon yang didukung oleh relawan tersebut kalah di desa tersebut. "Kami sedang melakukan pendampingan terhadap PPL. Kasus ini terjadi karena relawan paslon nomor urut satu tidak terima paslonnya kalah di desa tersebut," kata Dewi. Sebelumnya juga ada laporan dugaan pembagian sembako yang dilakukan oleh kedua paslon, yakni di Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga dan Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon

Penulis: R PURBA

Editor: ANDY

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI