Rabu, 9 Desember 2015 14.38 WIB

anitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Purbalingga kembali mendapatkan laporan dugaan pelanggaran pemilu berupa pembagian sembako. Jika sebelumnya diduga dilakukan oleh tim sukses paslon nomor 1, kini laporan itu diduga dilakukan oleh tim sukses paslon nomor 2.
Ketua Panwaslu Purbalingga, Dewi Palupi Cahyaning Wiyati, Selasa (8/12) mengemukakan, laporan tersebut dilakukan oleh ketua tim advokasi paslon nomor 1, Endang Yulianti, Senin (7/12) malam ke kantor Panwaslu, Jalan Komisaris Noto Sumarsono Purbalingga.
"Dugaan itu motifnya sama dengan sebelumya, membagikan sembako kepada warga dengan di dalamnya terdapat gambar paslon," katanya kepada Suara Merdeka.
Adapun pembagian sembako tersebut terjadi di wilayah Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon dua hari lalu. Jumlahnya seratus bungkus. Hingga berita ini dibuat, pihaknya masih tengah melakukan klarifikasi terhadap pihak terlapor perihal dugaan tersebut.
"Banyak pihak yang harus diklarifikasi. Sekali lagi ini masih dugaan. Hasilnya nanti setelah klarifikasi selesai," katanya.
Sementara itu, terkait kelanjutan laporan dugaan pelanggaran kampanye berupa pembagian sembako yang dilakukan oleh tim sukses paslon nomor 2 yang diduga melibatkan PNS di lingkungan Pemkab, Dewi mengatakan, kasus itu naik ke penegakan hukum terpadu (gakumdu) malam tadi.
"Nanti malam (semalam-red) akan naik ke Gakkumdu. Biar nanti Gakkumdu yang memprosesnya seperti apa," katanya.Ketua Panwaslu Purbalingga, Dewi Palupi Cahyaning Wiyati, Selasa (8/12) mengemukakan, laporan tersebut dilakukan oleh ketua tim advokasi paslon nomor 1, Endang Yulianti, Senin (7/12) malam ke kantor Panwaslu, Jalan Komisaris Noto Sumarsono Purbalingga.
"Dugaan itu motifnya sama dengan sebelumya, membagikan sembako kepada warga dengan di dalamnya terdapat gambar paslon," katanya kepada Suara Merdeka.
Adapun pembagian sembako tersebut terjadi di wilayah Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon dua hari lalu. Jumlahnya seratus bungkus. Hingga berita ini dibuat, pihaknya masih tengah melakukan klarifikasi terhadap pihak terlapor perihal dugaan tersebut.
"Banyak pihak yang harus diklarifikasi. Sekali lagi ini masih dugaan. Hasilnya nanti setelah klarifikasi selesai," katanya.
Sementara itu, terkait kelanjutan laporan dugaan pelanggaran kampanye berupa pembagian sembako yang dilakukan oleh tim sukses paslon nomor 2 yang diduga melibatkan PNS di lingkungan Pemkab, Dewi mengatakan, kasus itu naik ke penegakan hukum terpadu (gakumdu) malam tadi.
"Nanti malam (semalam-red) akan naik ke Gakkumdu. Biar nanti Gakkumdu yang memprosesnya seperti apa," katanya
Penulis: R PURBA
Editor:
Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.
Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.
Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Copyright ©2026 Suara Purwokerto. All Rights Reserved
Version: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI