Lingkar Banyumas

Mahasiswa Unsoed Berhasil Ubah Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Agensia Hayati

Kamis, 16 September 2021 16:36 WIB

Mahasiswa Unsoed Berhasil Ubah Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Agensia Hayati

Suara Purwokerto - Tim PKM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berhasil mengembangkan pupuk agensia hayati untuk mengendalikan penyakit busuk rimpang pada tanaman jahe merah yang disebabkan oleh jamur patogen Fusarium oxysporum.
Tim tersebut beranggotakan Ainaya Hanifa Nur Aisya, Pramudya Wisanggeni, Reffifa Putri Nur Azizah, Reza Darmawan dan diketuai oleh Muhammad Farhan Zuhdi.
Pupuk ini berbahan dasar limbah baglog (media tanam) jamur tiram yang dikombinasikan dengan kotoran kambing dan difermentasikan menggunakan EM4.
Ketua tim tersebut Muhammad Farhan Zuhdi menjelaskan bahan yang digunakan tergolong mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan harganya pun murah.
“Kami mengamati para pelaku usaha budidaya jamur dan kami temukan bahwa biasanya baglog jamur yang sudah tidak produktif lagi akan langsung dibuang begitu saja. Sehingga kami berinisiatif untuk memaksimalkan potensi limbah ini untuk dimanfaatkan di bidang pertanian juga,” ujarnya.
Pupuk kompos ini mengandalkan mikroorganisme seperti jamur Trichoderma untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Fusarium.
Jamur Trichoderma ini sudah ada di dalam limbah baglog tersebut, sehingga tidak perlu lagi menambahkan biakannya saat melakukan pengomposan.
Salah satu anggota tim Reffifa Putri Nur Azizah mengungkapkan mereka memilih mengembangkan pupuk untuk jahe merah karena di di era pandemi banyak masyarakat yang mulai bertani jahe merah namun kebingungan saat harus mengatasi permasalahan  penyakit busuk rimpang.
“Kami amati juga dalam akhir-akhir tahun ini banyak yang mulai bertani jahe merah sebagai alternatif mencari pemasukan uang di masa pandemi ini. Namun, kenyataan di lapangan tidak semudah dibayangkan, karena banyak para petani jahe yang kewalahan menghadapi serangan jamur Fusarium pada tanaman jahenya. Sehingga kami berinisiatif untuk mencari solusi bagi para petani jahe melalui penelitian kami,” katanya.
Pupuk agensia hayati ini juga tidak hanya membantu imunitas tanaman jahe terhadap serangan Fusarium, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya pun sangat baik untuk pertumbuhan tanaman seperti protein, nitrogen, C-organik, dan lain-lain

Penulis: Parsito Tommy

Editor: Andy Ismer

Berita Terkait

Copyright ©2021 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.20.1 | Build ID: zxM9ndV3oXb1kDK9zvugk