Lingkar Banyumas

Dorong Peningkatan Ekspor, Stasiun Karantina Pertanian Cilacap Temui Bupati Banyumas

Selasa, 13 Juli 2021 15:27 WIB

Dorong Peningkatan Ekspor, Stasiun Karantina Pertanian Cilacap Temui Bupati Banyumas

Suara Purwokerto - BANYUMAS : Guna meningkatkan ekspor hasil pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Cilacap melakukan audiensi dengan Bupati Banyumas Selasa (13/7) di Ruang Joko Kahiman. Kegiatan bertujuan meningkatkan Ekspor Produk Pertanian mengingat banyak produk pertanian yang berpotensi untuk ekspor. 
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Cilacap Dwi Astuti Yuniasih mengatakan pihaknya terus melakukan peningkatan sinergisitas dengan seluruh entitas baik unsur pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Pihaknya juga melaporkan telah melakukan kesepakatan dengan lima Kepala Dinas di Kabupaten Banyumas adanya tim terpadu peningkatan ekspor komoditas pertanian. Tim tersebut akan melibatkan beberapa sumber daya manusia yang berkompeten sesuai bidangnya. 
Pada kesempatan yang sama Dwi memaparkan data lalu lintas komoditas pertanian pada sistem perkarantinaan,  IQFAST diwilayah kerjanya yang menunjukkan tren positif. Pihaknya juga siap mendukung upaya mensejahterakan petani, salah satunya mendorong ekspor ini dengan memberikan bimbingan teknis sanitari dan fitosanitari, dukungan dan akses informasi ekspor seluas-luasnya. 
“Stasiun Karantina Pertanian Cilacap ingin mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Banyumas. Karena potensi pertanian di Banyuymas yang memiliki potensi ekspor cukup banyak antara lain durian kromo yang khas Banyumas, ada apukat, ada vanila, ada porang, ada kapulaga itu cukup untuk dipasarkan di luar negeri. Jadi kami saat ini kami meminta dukungan Bapak Bupati untuk mendorong peningkatan ekspor hasil pertanian dari Kabupaten Banyumas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa peningkatan ekpor ini adalah mendukung gerakan yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mendorong peningkatan ekspor pertanian. 
“Kami sudah melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan Stasiun Karantina Pertanian Cilacap dengan pelatihan dan workshop, hingga saat ini telah melakukan registrasi kebun durian untuk persiapan melakukan ekspor,” katanya.
Jaka menambahkan pada tahun 2020, ekspornya lebih dari 1.000 ton dan 175 ribu meter kubik. Berbagai komoditas potensial dari wilayah Banyumas dan sekitarnya diantaranya sarang burung walet, gula merah, kemiri dan kayu olahan.
Rencana ekspor durian pihaknya menargetkan dapat mengekspor komoditas khas Banyumas yaitu durian kromo.
“Saat ini kita mempersiapkan mengingat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Kita targetkan ekspor 5 ton durian pada musim panen mendatang,” tambah Jaka.

Penulis: Parsito Tommy

Editor: Andy Ismer

Copyright ©2021 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: 1.20.1 | Build ID: zxM9ndV3oXb1kDK9zvugk