Lingkar Banyumas

Sentra Durian Bawor Diperluas Diluar Kemrajen

Jumat, 01 Februari 2019 15:58 WIB

Sentra Durian Bawor Diperluas Diluar Kemrajen

Suara Purwokerto - Sentra buah durian 'Bawor' asal Banyumas yang terkenal dengan buah yang besar dan rasanya nyampleng serta manis, bakal diperluas oleh Pemkab Banyumas. Tak hanya di wilayah Kecamatan Kemranjen, namun akan dikembangkan diarahkan ke sejumlah wilayah yang potensial (cocok).
Hal tersebut disampaikan Bupati Achmad Husein, saat berkunjung ke sentra durian Bawor di Desa Pageralang Kecamatan Kemrajen. Achmad juga berkesempatan bertemu dengan Kelompok Tani Durian Tri Mulya, desa setempat. 
Dalam kesempatan tersebut Bupati Achmad Husein yang didampingi Ny Erna Husein dan rombongan bersama wartawan ikut melakukan panen bersama dan menikmati berbagai varietas durian unggul langsung di kebun.
"Duren lokal Bawor buahnya besar dan enak. Ini merupakan potenai yang bisa mengangkat kemiskinan warga di Kecamatan Kemranjen, karena harga jualnya terus membaik. Sehingga ini harus bisa ditularkan ke desa-desa lain yang memang potensial bisa untuk pengembangan durian," katanya.
Untuk pengembangan durian Bawor, Pemkab Banyumas akan melakukan pembibitan durian unggul, guna disebarluaskan ke wilayah lain yang berminat mengembangkan durian. Selain durian Pemkab Banyumas juga juga mendorong masyarakat untuk menanam tanaman minyak apsiri. 
Karena dua potensi lokal Banyumas, yakni buah durian dan minyak apsiri hasilnya menjanjikan. Meskipun ini juga tidak harus ditanam di semua wilayah. 
Bagi desa lain yang tanahnya cocok yang ingin mengembangkan sentra durian, nantinya bakal disubsidi dengan dibantu bibit durian yang kualitas unggul. Untuk mempromosilan durian 'Bawor' Pemkab Banyumas terus menggencarkan lewat lewat media sosial, terutama saat panen seperti ini, pembeli bisa langsung makan di kebun.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Banyumas, Widarso, menambahkan sejumlah kecamtan yang potensi untuk tanaman durian yakni di wilayah selatan, seperti Kecamatan Sumpiuh dan Tambak, sebagian Somagede, Banyumas dan Kebasen. Kemudian di wilayah utara, mulai Pekuncen, Cilongok,
Kedungbanteng, Baturraden hingga Sumbang.
"Tanahnya di wilayah sejumlah kecamatan tersebut, perbukitan yang daerahnya bisa langsung buang air, karena tanaman durian tidak suka tergenang air. Tapi juga tidak boleh kekurangan air," kata Widarso

Penulis: Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved