Suara Purwokerto

Lingkar Banyumas

Keluarga Penderes Naas Disantuni Wabup Banyumas

Jumat, 7 Agustus 2015 14.14 WIB

Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, mengunjungi keluarga Katum

Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, mengunjungi keluarga Katum

Suara Purwokerto - Meninggalnya Katum 55 tahun, warga RT 4 RW 1 Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Banyumas saat menderes nira kelapa Senin (3/8) lalu, mendapat perhatian dari Wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan. Keluarga penderes itu menerima santunan berupa uang dari Wakil Bupati saat sedang melakukan droping air, Rabu 6/8 di desa tersebut. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati mengaku prihatin dan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Katum saat menderes. Kami sangat prihatin atas musibah ini, karena Bapak Katum merupakan penyangga keluarga, saya titip kepada Kepala Desa untuk segera mengurus administrasi agar santunan dari Pemerintah Kabupaten sebesar Rp 5 juta segera cair kata Wabub sambil menyerahkan santunan pribadi kepada Narsih Istri Katum. Jatuh dari Pohon Kepala Setinggi 10 m Warsito Kepala Dusun I Desa Kasegeran menceritakan kronologis kejadian, hari Senin 3/8) seperti biasa mulai jam 4 sore, Katum sudah berangkat melaksanakan pekerjaanya sebagai penderes. Setelah naik berberapa pohon sekitar pukul 5 ada warga yang mengabarkan ada penderes jatuh. Secara cepat warga memberi pertolongan, dan akan membawa korban ke rumah sakit. Saat akan dinaikan mobil, nyawa Katum sudah sudah tidak dapat tertolong kara Kadus itu. Katum menjelaskan pohon kelapa setinggi kurang lebih 10 meter, saat Katum akan turun, pelepah kelapa yang dijadikan pegangan ambrol, mengakibatkan tubuh Katum terpelanting dan jatuh. Sebenarnya pelapah yang digunakan untuk pegangan masih basah, memang biasanya seperti itu saat terjadi hujan gerimis membuat pelepas menjadi mudah ambrol lanjut Warsito. Warsito mengaku sangat kehilangan terhadap sosok penderes yang sudah menjalani profesinya kurang lebih 20 tahun itu. Gula hasil olahan Bapak Katum termasuk golongan terbagus, karena beliau orang yang jujur, disaat orang lain ada yang mau mencampur nira, dirinya masih tetap bertahan dengan kemurnian gula kepapa olahanya, sehingga banyak dicari pembeli tambahnya

Penulis: Parsito Tommy

Editor: ANDY

Berita Terkait

Suara Purwokerto adalah portal berita terpercaya yang menyajikan informasi terkini tentang berbagai topik penting di kawasan Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Dapatkan berita terbaru mengenai peristiwa lokal, ekonomi, politik, budaya, hiburan, dan wisata. Kami memberikan informasi yang relevan dan up-to-date setiap harinya, mulai dari berita nasional hingga cerita-cerita inspiratif yang hadir dari masyarakat sekitar.

Sebagai portal berita yang fokus pada perkembangan daerah, kami menghadirkan berita Purwokerto yang mencakup segala aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari wisata yang mempesona di Jawa Tengah, kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan warga, hingga berita-berita hiburan yang menghibur. Suara Purwokerto berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi pembaca di seluruh Indonesia.

Selain menyajikan berita-berita lokal, Suara Purwokerto juga menjadi tempat bagi kolom opini, artikel budaya, serta liputan mendalam tentang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Dengan berita hari ini yang selalu up-to-date, kami memastikan pembaca selalu mendapatkan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ikuti terus perkembangan terbaru dan jadilah bagian dari komunitas pembaca setia kami di Suara Purwokerto.

Logo Suara PurwokertoVersion: 1.29.3-ShpyxeJfAtiT1UnWutRNI