Lingkar Banyumas

Grebeg Suran Baturraden Digelar Minggu Besok

Jumat, 28 September 2018 21:55 WIB

Grebeg Suran Baturraden Digelar Minggu Besok

Suara Purwokerto - Festival Baturraden atau Grebeg Suran Baturraden yang menjadi agenda tahunan akan digelar Minggu (30/9) besok. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, beserta Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB) dan masyarakat 12 desa penyangga wisata Baturraden.

KepalaDinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan kegiatan digelar dalam rangka mengingkatkan daya tarik wisata serta melestarikan tradisi dan budaya sebagai wujud dan bentuk rasa syukur masyarakat sekitar akan melimpahnya hasil bumi.

“Ritual berlangsung sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah, yang diadakan setiap tahun pada bulan sura atau tahun baru Islam,” jelas Asis.

GrebegSuran akan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari Wanawisata menuju lokasi parkir terpadu bukit bintang. Prosesi ritual akan dipimpin oleh penatus kemudian diikuti barisan pembawa tombak Ki Bau Reksa dan Ki Singkir Kala. Dibelakangkan barisan rontek oleh anggota Karang Taruna Baturraden, kemudian dua gunungan, satu berisi sayuran dan satunya beisi palawija disusul tumpeng kuat, tumpeng robyong dan tumpeng triwarna disung joleng.

“Dibelakangkanya ada wedus kendhit, belisan dan pembawa tenong beserta lawuhanya,” tambah Asis.

Asismenambahkan dua gunungan yang berisi berbagai hasil bumi seperti aneka jenis sayur mayur, sembilan bahan pokok, serta berbagai jenis buah-buahan tingginya mencapai tiga meter. Rombongan berikut adalah masyarakat dari 12 desa di kecamatan Baturraden. Untuk meramaikan susasana, biasanya mereka membawa puluhan tenong dan menyuguhkan seni tradisi yang ada didesanya. 

Setelahsampai di lapangan lokawisata Baturraden, seluruh bawaan yang terdiri berbagai makanan akan didoakan sesepuh masyarakat dengan harapan harapan, masyarakat sekitar Gunung Slamet agar selalu diberi keselamatan, keberkahan dan kemakmuran

“Di sini lah sisi menariknya, karena setelah didoakan, gungungan yang diarak, akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir,” kata Asis.

Asismenambahkan tenong yang dibawa berisikan takir, sajian makanan tradisi rames dengan dibungkus daun atau besek Takir ini nantinya akan dimakan bersama setelah upacara selesai. Sedangkan tumpeng kuat, tumpeng robyong dan tumpeng tri warna dilarung di sungai Gumiwang. Dan kegiatan Grebeg Suran akan diakhiri dengan penyembelihan Wedhus Kendit di Komplek Pemakaman Petilasan atau situs Baturraden.

“Selain kirab budaya grebeg suran, juga digelar festival kopi banyumas, pementasan wayang kulit ruwat bumi dan pementasan wayang kulit semalam suntuk pada malam harinya,” Pungkas Asis

Penulis: Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka

Berita Terkait

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: | Build ID: ojW7TZxu2oaPSNik5ocTK