Lingkar Banyumas

Kecamatan Sumpiuh Miliki Taman Edukasi Pemerintahan

Senin, 19 Maret 2018 14:20 WIB

Kecamatan Sumpiuh Miliki Taman Edukasi Pemeritahan

Suara Purwokerto : Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas layak menjadi Kecamatan Adibuana Bakti, pasalnya mereka mempunyai banyak kreasi dalam menjaga kebersihan, menjaga ke pengelolaan lingkungan dan sampah. Salah satunya adalah Taman Edukasi Pemerintahan.

“Sumpiuh secara berturut turut memperoleh Anugrah Adibuana Bakti dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, yaitu tahun 2017 dan 2018 pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas, penghargaan itu karena dinilai memiliki komitmen dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan” kata Abdul Kudus Camat Sumpiuh

Menurutnya Taman Edukasi Pemerintahan semula dibangun dengan gotong royong karyawan kecamatan Sumpiuh. Namun setelah mendapat kunjungan dari masyarakat khususnya anak-anak, akhirnya banyak masyarakat yang membantu mengirim bunga untuk ditanam di taman itu.

“Kami sengaja memberi nama Taman Edukasi Pemerintahan, karena dibangun didalam pusat pemerintahan kecamatan Sumpiuh. Kemudian juga sebagai pembelajaran anak-anak PAUD, TK dan SD  khususnya untuk mengenal pemerintahan dari dekat, tidak berpandangan kantor pemerintahan itu angker dan sebagainya,” kata Kudus.

Dalam taman ini yang paling menarik menurut Kudus, tergantung usia pengunjung. Kalau usia anak-anak pasti yang dituju adalah taman bermain, sementara yang remaja memilih tempat Gubug Wiifi Corner.

Fasilitas lain terlihat gubug Kesehatan, gubung perikanan dan gubug tani disini ada informasi, dan juga sering digunakan untuk pelayanan kesehatan sewaktu-waktu. Selain itu juga ada anjungan keluarahan dan desa.

Kudus mengaku tidak merisaukan keamanan kantornya, dengan dibukanya taman edukasi untuk umum. Menurutnya semakin diberi kebebasan warga berkunjung kepusat pemerintahan, masyarakat akan turut membantu menjaga dan memiliki kantor pemerintahan kecamatan.

“Ini salah satu layanan kami sebagai camat, agar warga mengetahui selaluk belum pemerintahan terutama siswa, namun demikian kami tetap membatasi kunjungan dimalam hari sampai jam 9-10 malam saja,” katanya

Ajeng, ibu muda asal Desa Selandaka, mengaku sering berkunjung mengantarkan anaknya yang berusia 2,5 tahun untuk bermain ayunan.

“Semula anak saya mendapat cerita dari anak tetangga, menginformasikan di kantor kecamatan ada taman bagus, akhirnya saya ajak, dan akhirnya sering kesini, selain gratis tempatnya adem.” katanya

Parsito

Penulis: Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka

Berita Terkait

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved

Version: | Build ID: 8nX9q6XEmiVu81vLSM2jq