LINGKAR PURWOKERTO

Banyumas Terima Bantuan 2 Bus Sekolah Dari Kemenhub

Parsito, Suara Purwokerto |
Banyumas Terima Bantuan 2 Bus Sekolah Dari Kemenhub

Banyumas Terima Bantuan 2 Bus Sekolah Dari Kemenhub

Suara Purwokerto - Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima bantuan dua bus sekolah dari Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat. Bus tersebut dicatatkan pada Bidang Aset pada Badan Keuangan Daerah, Kamis (6/12) di halaman pendopo Sipanji.

Kepala Seksi Anggkutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Taryono mengatakan bantuan 2 bus ini merupakan realisasi dari proposal yang diajukan tahun lalu dimana Banyumas mengajukan 5 unit bus sekolah namun baru mendapatkan 2 bus. Menurutnya

bus sekolah tersebut untuk melayani anak sekolah secara gratis, pada jalur yang belum ada trayek angkutan, atau ada trayek angkutan tetapi tidak berjalan. Jadi bus sekolah ini merupakan angktan perintis, yang tidak bersinggungan dengan angkutan lain seperti koperades, anggkutan kota, BRT dan lain sebagainya.

Anggkutan ini nantinya akan melayani gratis untuk anak sekolah pada waktu berangkat sekolah di pagi hari dan siang hari,” katanya  

Taryono menambahkan ada 5 wilayah yang belum ada trayek anggkutan antara lain Banyumas, Somagede, Tambak, Ajibarang,  Kebasen, atau ada trayek tetapi belum ada yang melayani seperti trayek 14 C antara Banyumas sampai Kemawi Somagede juga  Ajibarang dan kebasen akan dikaji ulang daerah yang banyak anak sekolahnya akan diprioritaskan, agar mereka tidak mengalami kesulitan, mengingat dari 5 yang diajukan baru 2 yang terirealisasi.

“Hari ini kita memproses berita acara serah terima diberi waktu 15 hari, kemudian 15 hari berikutnya  balik nama atas nama pemkan atau satu bulan dari hari ini. Maksimal tiga bulan dari hari ini Dishub wajib mengoperasionalkan, dan wajib dilaporkan ke Kementrian Perhubungan,” katanya

Taryono berharap bahwa dengan adanya bus sekolah akan membantu anak-anak sekolah yang mungkin selama ini mengalalmi kesulitan dalam angkutan.

Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka