LINGKAR PURWOKERTO

Terbang di Jalan Kaliurang Desa Kemutuglor Baturraden

Parsito, Suara Purwokerto |
Terbang di Jalan Kaliurang Desa Kemutuglor Baturraden

Terbang di Jalan Kaliurang Desa Kemutuglor Baturraden

Suara Purwokerto - Jalan Kaliurang RT 01 RW 01 Desa Kemutuglor Kecamatan Baturraden, seperti jalan gang yang lain, tidak begitu dikenal secara umum. Kampung itu hanya diketahui oleh warga sekitar dengan kerabatnya, atau yang punya kepentingan ke jalan itu. Namun dengan inisiatif dari tokoh masyarakat setempat, yang merasa suasana kampung terlalu kontras dibandingkan dengan kawasan Baturraden yang menjadi daerah wisata, dimana Kemutuglor juga menjadi desa penyangga wisata, akhirnya tercetus ide pengecatan jalan dengan warna warni serta gambar tiga dimensi.

Awal pengecatan kampung ini dilakukan menyongsong Peringatan HUT ke 73 Republik Indonesia. Para warga akhirnya berinisiatif untuk mengecat gangnya bukan seperti biasa dengan kapur putih saja. Dari pertemuan warga tersebut disepakati agar jalannya menjadi kampung yang tematik dan akan dikenal luas.

Namun demikian untuk menjadikan kampung itu menarik dibutuhkan biaya yang lebih dari pada biasanya setiap peringatan tujuhbelasan. Akhirnya pemrakarsa dan inisiator yang terdiri dari Sudiyanto, Tarko, Sudarno, Sudarisman, Narsikun dan Andy sepakat untuk menjadi donatur dengan didukung swadaya masyarakat.

Gagasan itupun mendapat dukungan penuh dari ketua RT Sugiantoro. Ketua RT sangat mendukung ide tersebut untuk mengubah jalan kampungnya menjadi menarik.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga pemrakarsa Sudiyanto berharap, kampugnya menjadi salah satu program kampung tematik yang ada di Baturraden dan Banyumas. Dimaksudkan untuk menambah keindahan sekaligus menjadi tempat wisata alternatif di Wilayah Baturraden.

Sudiyanto menambahkan untuk menjadikan Jalan Kaliurang menjadi menarik karena adanya tim kreatif yaitu Sudarisman dan Andy Yulianto. Ditangan kedua pemuda inilah tercipta keindahan di jalan kaliurang

“Di jalan kaliurang ini ada beberapa area berswafoto/selfie antara lain karpet terbang, balok melayang, batu melayang dan juga lubang menganga,” katanya

Walaupun belum jadi 100 % warga sekitar sudah mulai mebcoba berswafoto, dan hasilnya seperti kenyataan. Yang berswafoto diatas karpet, terlihat seperti terbang betulan.

“Menurut rencana pengecatan selesai, tepat pada peringatan HUT ke 73 RI, 17 Agustus mendatang, nantinya pengunjung yang datang akan dimintai iuran untuk pemeliharaan,” terang Sudiyanto

Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka