Hiburan

Banyumas Peringati Hari Batik dengan Upacara dan Pawai

Senin, 02 Oktober 2017 15:11 WIB

Suara Purwokerto - Hari Batik Nasional Tingkat Kabupaten Banyumas, diperingati dengan upacara dan pawai batik oleh Aparatur Sipil Negara, Karyawan BUMN, BUMD, pelajar dan juga pengrajin batik banyumasan. Kegiatan dilaksanakan Senin (2/10) di Alun-alun Purwokerto. Sebelum upacara juga dimeriahkan Tari Pesona Batik Nusantara yang dibawakan oleh siswa siswi SMA Negeri 1 Sokaraja.

Menurut Bupati Banyumas Ir Achmad Huesin Upacara hari batik ke 8 di Banyumas, menjadi istimewa karena sebagai Pembina Upacara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bupati berharap kehadiran Gubernur akan semakin memotivasi, jajaran pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat Kabupaten Banyumas untuk terus menumbuhkembangkan budaya batik, sehingga dapat menambah kekayaan dan keragaman kebudayaan, sekaligus memberdayakan perekonomian masyarakat, khususnya para perajin batik.


Batik Banyumas menurut Bupati identik dengan motif jonasan, yaitu kelompok motif non geometrik yang di yang didominasi dengan warna-warna dasar kecoklatan dan hitam. Motif-motif batik banyumas yang berkembang antara lain : sekarsurya, sidoluhung, lumbon, jahe puger, cempaka mulya, kawung jenggot, madu bronto, satria busana, pring sedapur, serta motif manggar sebagai hasil lomba motif batik yang digelar beberapa waktu yang lalu.

“Itulah yang membedakan batik Banyumasan dengan batik Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, dan Pekalongan, sekaligus mencerminkan watak wong banyumas yang cablaka, blakasuta, jujur, apa anane, egaliter dan semedulur. Batik Banyumasan juga sangat menghargai nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan semangat kerakyatan”, kata Bupati

Gubernur dalam sambutanya mengatakan produk batik Banyumasan, mempunyai kekhasan yang dikenal secara nasional. Selain desain bagus dan beragam, batik banyumasan juga dibuat semua level masyarakat, kalangan atas maupun bawah hingga pelajar SMA.

"Motif Banyumasan dikenal menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Punya ciri pedalaman dan bukan pesisir. Khas pedalaman adalah corak lebih gelap dengan gambar tegas dan lugas yang punya filosofi apa adanya khas warga Banyumas," kata Ganjar.

Ia berharap ide inovasi hingga kreasi batik Banyumas bisa terus dikenal hingga luar negeri. Karenanya upaya promosi harus digencarkan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"Maka ceritakan batik Banyumas dengan kekhasannya. Kasih alamat dan silakan beli di sini. Saya yakin ini jadi momentum industri batik tumbuh di kancah dunia," kata Gubernur.
Batik Tulis 60 Meter ikut Pawai 


Usai mengikuti upacara para peserta melanjutkan dengan pawai jalan kaki, dengan route Jl Jenderal Sudirman, Jl Mereka, Jl Gatot Subroto, Jl Masjid dan kembali ke Alun-alun Purwokerto. Selain kain batik terpanjang, pawai juga diisi produk khas Banyumas oleh sejumlah instansi pemerintah, swasta hingga pelajar. Ratusan warga lalu berjalan berarak-arakan yang dilepas langsung Gubernur.

Kain batik sepanjang 60 meter menyita perhatian warga dalam Peringatan Hari Batik Nasional itu. Kain batik pewarnaan dasar hitam pekat dengan corak bunga keemasan itu diarak ratusan warga di Alun-alun Purwokerto. Batik khas Banyumasan itu dibuat khusus oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein; Wakil Bupati, Deskranada; Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengrjanin batik Banyumas hingga siswa SMA 1 Sokaraja. Bartik ini dibuat selama setahun sejak peringatan Hari Batik Nasional pada Oktober tahun 2016.


Penulis: Administrator

Editor:

Berita Terkait

Copyright ©2019 Suara Purwokerto. All Rights Reserved