LINGKAR BANYUMAS

Dindukcapil Usulkan 500.000 Blangko E-KTP

Parsito, Suara Purwokerto |
Dindukcapil Usulkan 500.000 Blangko E-KTP

Dindukcapil Usulkan 500.000 Blangko E-KTP

Suara Purwokerto - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, mengusulkan 500.000 blangko E-KTP untuk memenuhi kebutuhan pencetakan E-KTP. Usulan tersebut sudah disampikan dalam rapat koordinasi dengan Dindukcapil Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas Kartiman mengatakan,  pada musyawarah se-Jawa Tengah itu, usulan Banyumas sebanyak 500.000 blangko E-KTP akan dipenuhi.
”Jumlah blangko E-KTP tersebut, akan digunakan untuk menuntaskan antrean pencetakan E-KTP, sebelum proses Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden dilakukan.Jika ini benar benar terealisasi usulan itu, permasalahan kebutuhan blangko E-KTP yang sering habis, akan teratasi,” katanya
Menurut Kartiman kebutuhan blangko E-KTP itu tidak hanya bagi warga yang baru pertama kali memiliki KTP, yang sudah rekam tetapi belum jadi, sudah punya E-KTP tapi kemudian rusak, atau pindah domisili, atau ganti status justru lebih banyak. 
“Saat ini kami juga sudah tidak memiliki persediaan blangko E-KTP,” katanya
Pihaknya masih menunggu pengiriman blangko E-KTP yang sudah diusulkan tersebut. Ia mengatakan, pengiriman blangko E-KTP seringkali dibagikan secara bertahap. 
”Kalau menurut informasi, pertengahan Januari ini blangko E-KTP sudah akan dikirim. Selambat-lambatnya akhir Januari ini. Akhir tahun 2018 lalu, terakhir kami menerima pengiriman blangko, jumlahnya hanya 200 blangko EKTP,” kata dia. 
Dindukcapil terus mengimbau agar warga yang sudah masuk usia wajib KTP, untuk melakukan rekam data E-KTP. Sebab, lanjutnya jika usia wajib KTP, belum melakukan perekaman data, maka data kependudukannya akan dinonaktifkan.
“Dampak dari non aktifnya data kependudukan, akan menyulitkan dalam berbagai aktivitas yang meminta persyaratan dokumen kependudukan. Setelah perekaman, data kependudukan dapat kembali diaktifkan,” jelasnya
Editor: Andy Ist Merdeka