LINGKAR BANYUMAS

Warna-warni Batik Banyumasan Ramaikan Kirab Hari Batik

Alfira Putri Prabansari, Suara Purwokerto |
Warna-warni Batik Banyumasan Ramaikan Kirab Hari Batik

Warna-warni Batik Banyumasan Ramaikan Kirab Hari Batik

Suara Purwokerto - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang ke-9, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Kirab Batik Banyumasan (2/10) di Alun-alun Purwokerto. Kirab batik kali ini merupakan kali ketiga, dengan mengangkat tema “Semarak Batik Banyumas”. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Wisnu Jatmiko, SH M.Hum mengatakan kirab batik diikuti oleh 104 peserta yang dibagi dalam 3 kategori yaitu kategori A yang terdiri dari dinas, intansi, OPD, SKPD, dan kecamatan di Kabupaten Banyumas; kategori B terdiri dari BUMN, BUMD, para pelaku usaha batik, dan umum; serta kategori C yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA/sederajat se-kabupaten Banyumas. Selain itu juga ada 6 kelompok yang berasal dari PKK, Pramuka dan perajin batik banyumasan. 

Peserta kirab diberangkatkan dari Alun-alun Purwokerto dimana Bupati dan Anggota Forkompinda berada di panggung depan pendopo untuk menyambut para peserta berdemontrasi. Para peserta menampilkan berbagai peragaan, formasi jalan ataupun yel yel di depan panggung kehormatan yang membuat penonton terpukau dan memberi sambutan tepuk tangan meriah. Kemudian peserta melewati Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Mederka dan Jalan Jenderal Gatot Subroto hingga jalan Masjid  dan kembali lagi ke Alun-alun Kota Purwokerto. 

Di sepanjang jalan tersebut ribuan warga sebagian besar pelajar yang juga mengenakan batik, menyaksikan peserta dengan atribut dan warna warni batik banyumasan. Diantara penonton terdapat wisatawan asing yang ikut menyaksikan dangan mengabadikan persistiwa dengan camera yang dibawanya.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengajak  semua wong banyumas terutama para kawula muda, hendaknya juga ikut pro aktif menyosialisasikan, mem-publish, memposting bahkan mem-viral-kan batik banyumasan melalui berbagai media yang ada, khususnya media sosial, agar batik banyumasan semakin dikenal luas, tidak saja pada tataran lokal, regional dan nasional, tetapi juga tataran global. Apabila batik banyumasan bisa mendunia, insya allah batik banyumasan bisa terus berkembang, semakin dikenal, dicari, dan digandrungi.

“Apabila kita semua bisa bersinergi, nyengkuyung lan regeng bareng mem-viral-kan batik banyumasan, saya yakin, Banyumas juga akan semakin dikenal, dan keberadaan IKM  Batik Banyumas semakin berkembang dan bisa menjadi sumber ekonomi bahkan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama para perajin batik,” katanya

Kirab ini menurut Bupati untuk mengenalkan jenis-jenis batik, tipe-tipe dan corak batik yang ada di Banyumas kepada masyarakat. Sehingga masyarakat Banyumas bisa mencintai batiknya sendiri, lalu mempromosikan batik Banyumas. Sehingga nanti batik Banyumas jadi lebih dikenal oleh masyarakat Banyumas sendiri, luar Banyumas bahkan bisa mendunia.

“Motif batik Banyumas sangat banyak dan khas, di antaranya batik motif Jahe Sarimpang, Lumbon, Pring Sedapur Parang rusak. Namun demikian, untuk batik Banyumas setiap motifnya mempunyai filosofi sendiri dan tidak hanya menggambarkan keindahan saja. Batik Banyumas punya filosofi dan cerita, jadi bukan sekedar menggambar keindahan. Tapi di balik itu ada maknanya, misalnya (batik) lumbon, Lumbon dari lumbu (daun talas) tapi punya filosofi, kalau lumbu itu kena air bisa loncat. Jadi maka itu, ini adalah filosofi orang, antara dosa dan pahala tidak bisa di campur harus dipisah, itu lumbon. Yang paling banyak filosofinya untuk batik Banyumas," tuturnya.

Husein menambahkan dalam kapasitas sebagai regulator, pelayanan publik dan empowering, pihaknya telah menetapkan kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka penguatan, pengembangan dan pemberdayaan usaha IKM kerajinan dan batik, sebagai salah satu program strategis pada RPJMD, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan.

“Perhatian dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas di bidang ekonomi kerakyatan ini terus dilanjutkan, dengan menempatkannya sebagai salah satu “hasta krida” pada rencana RPJMD  tahun 2018 – 2023, khususnya krida ke – 7, yaitu : “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan industri kerakyatan, pariwisata dan industri kreatif berbasis sumber daya lokal”, pungkasnya

Editor: Parsito