LINGKAR BANYUMAS

Pemilu SMPN 1 Purwokerto Ajarkan Demokrasi Sejak Dini

Parsito, Suara Purwokerto |
Pemilu SMPN 1 Purwokerto Ajarkan Demokrasi Sejak Dini

Pemilu SMPN 1 Purwokerto Ajarkan Demokrasi Sejak Dini

Suara Purwokerto - Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Purwokerto, secara bergantian berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara, Rabu (12/9) di halaman sekolah setempat. Mereka melakukan pemilihan langsung untuk memilih ketua osis dan pratama pramuka masa bakti 2018/2019. Terlihat dibeberapa titik panitia pemungutan suara (PPS) yang terdiri pengurus Osis dan Pramuka melaksanakan tugasnya, ada yang bertugas sebagai seksi pendaftaran, ketua PPS, seksi keamanan, penjaga bilik suara, penjaga kotak suara, petugas tinta usai memilih dan sebagainya. Sementara 3 orang calon ketua Osis dan 7 orang calon pratama duduk dipanggung.

Nur Wulandari Urusan Kesiswaan sekolah tersebut mengatakan pemilu osis dan pratama untuk mengganti kepengurusan yang sebentar lagi akan habis masa baktinya. Pemilu sudah melalui berbagai tahap, dari sosialisai kemudian penetapan calon sampai dengan rapat umum dimana semua calon menyampaikan visi misinya. Menurutnya pemilu ini merupakan pembelajaran berdemokrasi

“Pembelajaran demokrasi bisa diawali dari level yang paling kecil yakni dengan adanya pemilihan Ketua OSIS dan Pratama seperti ini. Pemilihan yang dilakukan secara langsung ini, menjadi pembelajaran berharga bagi para siswa untuk mengenal proses demokrasi. Baik bagi mereka yang menjadi calon, sebagai panitia, saksi maupun pemilih, sehingga nantinya saat mereka menjadi bagian dari masyarakat, sudah memiliki pengalaman yang berharga,” kata Wulan

Sementara itu Pembina Pramuka Sapto Sri Nugroho mengatakan pengenalan pendidikan demokrasi bagi siswa ini merupakan langkah awal mempersiapkan calon pemimpin masa depan bangsa ini, setidaknya banyaknya calon pemimpin ke depan yang kaya akan pengalaman mulai dari jenjang sekolah. Menurutnya demokrasi perlu dipraktikkan sejak dini, mulai dari jenjang sekolah. Siswa akan belajar berdemokrasi bagaimana memilih seorang pemimpin secara demokratis, sebagai suatu proses pembelajaran untuk memberi pengalaman kepada siswa

“Siswa dibiasakan dengan praktik menggunakan hak suara/hak pilihnya sesuai keinginan setiap siswa sendiri untuk menentukan siapa yang berhak dan pantas menjadi pemimpinnya dalam suatu wadah organisasi siswa di sekolah yaitu Ketua Osis dan Pratama Pramuka,” katanya.

Dengan pelaksanakan yang dilakukan melalui tahapan dan suasana berdemokrasi yang menyenangkan dengan pemungutan suara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil untuk memilih seorang Ketua OSIS dan Pratama merupakan upaya menanamkan pemahaman demokrasi sejak dini kepada anak didiknya serupa pemilihan presiden dan kepala daerah.

“Tak kalah pentingnya bahwa pembelajaran berdemokrasi ala pelajar diyakini sebagai proses pemahaman demokrasi yang baik bagi pelajar agar tidak canggung lagi ketika kelak hidup bermasyarakat dan ikut berperan serta dalam kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi,” tambah Sapto

Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka