LINGKAR BANYUMAS

Delapan Haji Asal Banyumas Meninggal di Tanah Suci

Parsito, Suara Purwokerto |
Delapan Haji Asal Banyumas Meninggal di Tanah Suci

Delapan Haji Asal Banyumas Meninggal di Tanah Suci

Suara Purwokerto - Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Banyumas Sri Yono, SH, M.Si mengatakan dirinya prihatin, karena jemaah haji asal Banyumas yang meninggal pada tahun ini cukup banyak. Menurutnya hingga saat ini jumlah jamaah haji yang meninggal dunia di Mekkah berjumlah delapan orang.

Sriyono menambahkan selain delapan orang yang meninggal, pihaknya juga menerima laporan bahwa ada beberapa orang haji asal Banyumas mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia karena sakit.

"Semoga mereka yang sakit segera sembuh dan dapat pulang ke Banyumas dengan sehat dan selamat," kata Sri Yono saat memimpin apel pagi Rabu (5/9) di Halaman Pendopo Sipanji.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama Banyumas, Amirudin membernarkan ada enam haji yang meninggal dunia. Yang meninggal pertama, atas nama Saswadi Rabun Sutarana (74 tahun) asal Tipar Kidul RT 01RW 5 Kecamatan Ajibarang, Kloter 91 meninggal tanggal 15 Agustus karena penyakit jantung.

Kedua, atas nama Siti Rofingah Dahlan (63 tahun) asal Pageraji RT 03/10 Kecamatan Cilongok, Kloter 91 meninggal tanggal 20 Agustus karena penyakit jantung.

Ketiga, atas nama Tudjirah Wiryo Utomo (61 tahun) asal Jl Jatiwinangun Gg Bima RT 03 RW 9 Kel Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur, Kloter 90 meninggal tanggal 22 Agustus karena penyakit jantung.

Keempat, atas nama Suharjo Marta Semita Karya Semita (66 tahun) asal Pekaja RT 05/03  Kalibagor, Kloter 89 meninggal tanggal 26 Agustus karena penyakit jantung

Kelima, atas nama Amsiyah Suharjito Suryo Prawiro (61 tahun) asal Bantarwuni RT 05 RW 01, Kembaran, Kloter 92 meningal tanggal 31 Agustus karena penyakit jantung.

Keenam, atas nama Yatin Mad Nartam (72 tahun) asal Desa Cilongok RT 05 RW 06, Kloter 91 meninggal tanggal 2 September karena perdarahan saluran cerna.

Ketujuh, atas nama Djamisah Moh Brahim Tirta Widjaya (72 tahun) asal Desa Sirau RT 03 RW 01, Kloter 90 meninggal tanggal 3 September karena penyakit jantung.

Dan kedelapan, atas nama Siti Alfiatul Munjdi (68 tahun) asal Desa Rancamaya RT 02 RW 04, Kloter 91 meninggal tanggal 4 September karena penyakit jantung.

"Kami mendapat laporan bahwa haji yang meningal dimakamkan di Mekkah. Masing-masing pihak keluarga di Kabupaten Banyumas sebelumnya sudah langsung kami beri kabar," lanjutnya.

Kantor Kemenag Banyumas, terus melakukan koordinasi dengan petugas yang berada di Tanah Suci terkait perkembangan jamaah haji. Pihaknya pun terus mengimbau jamaah haji untuk menjaga kesehatan.

"Kami melalui petugas haji sudah menyampaikan kepada jamaah haji asal Kabupaten Banyumas untuk senantiasa menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup," ujarnya.

Amirudin menambahkan Jamaah haji asal Kabupaten Banyumas, akan kembali ke Tanah Air  mulai tanggal 24 hingga 26 September 2018.

Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka