LINGKAR BANYUMAS

Peduli Lombok, OSIS SMP 1 Purwokerto Gelar Penggalangan Dana

Parsito, Suara Purwokerto |
Peduli Lombok, OSIS SMP 1 Purwokerto Gelar Penggalangan Dana

Peduli Lombok, OSIS SMP 1 Purwokerto Gelar Penggalangan Dana

Suara Purwokerto - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP 1 Purwokerto melaksanakan aksi peduli untuk saudara kita yang tertimpa bencana alam gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (5/8) lalu. Aksi peduli tersebut dilakukan berupa penggalangan dana yang dilaksanakan secara spontan selama 3 hari, Selasa-Kamis (7-9/8) di halaman sekolah.

Hernanda Fadhil Ketua OSIS SMP Negeri 1 Purwokerto menjelaskan bahwa penggalangan dana yang dilakukan pengurus OSIS bersama oragnisasi sekolah lainya, dengan menaruh kotak didepan sekolahan. Menurutnya disekolah mempunyai kebiasaan siswa datang disambut oleh bapak/ibu guru kemudian siswa berjabat tangan. Usai berjabat tangan Osis menyediakan kotak dan spanduk peduli Lombok, disinilah siswa siswi menyisihkan dan mendonasikan sebagian uang saku untuk disumbangkan.

“Setelah mendengar kabar adanya gempa, kami membayangkan bagaimana rasanya teman-teman dan oarng-orang disana. Maka kami tegrerak untuk peduli dan membantu, pihak sekolah pun sangat mendukung kegiatan ini,” katanya.

Dana yang terkumpul dari kepedulian warga sekolah, baik siswa siswi dan para guru, sekitar 5 jutaan, nantinya dalam penyalurannya ke korban bencana di Lombok, pihak sekolah dalam hal ini Ketua Osis dan Kepala Sekolah akan menyerahkan lewat lembaga resmi seperti PMI yang sudah mempunyai koneksi.

Sementara itu, Kepala sekolah SMP 1 Purwokerto Suhriyanto, S.Pd sangat merespon dengan inisiatif ini, karena anak didiknya cepat dan cerdas dalam menyikapi suatu kejadian. Menjadi keharusan sebagai anak bangsa turut berduka atas musibah yang sedang dialami, selanjutnya membantu saudaranya yang mengalami kesusahan. Harus diyakini semakin banyak kita membantu, semakin banyak nikmat perolehan rezeki yang akan kita dapatkan

“Aksi peduli, dalam rangka pendidikan karakrter yang luar biasa membangun simpati empati, merasakan sakit mendengar saudaranya yang sakit. Kepekaan dan kepedulian itu harus terus diasah agar tumbuh dan membangun kepeduian anak. Yang kedua adalah menegaskan saat membantu orang harus saat itu juga, tidak harus melihat suku, ras maupun agama,” katanya.

Suhri merasa bangga selama tiga hari perolehan donasi, ada peningkatan dari hari kedu dan ketiga. Artinya siswa siswi SMP N1 peduli merelakan sebagian uang sakunya untuk didonasikan. Suhri juga turut mendoakan, semoga saudara-saudara kita, korban gempa bumi di Lombok diberikan ketabahan, kesabaran, dan juga kekuatan untuk menerima cobaan dan ujian dari Tuhan.

Parsito

Editor: Andy Ist Merdeka