LINGKAR BANYUMAS

PSC Sigap Banyumas, Terobosan Baru Layanan Kegawatdaruratan

Ghaisani Farahiyah, Suara Purwokerto |
  PSC Sigap Banyumas, Terobosan Baru Layanan Kegawatdaruratan

Plt Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan meninjau Markas PSC 119 Selasa 13 Maret 2018

Suara Purwokerto : Dalam kehidupan sehari-hari, saat menjumpai seseorang korban atau pasien dengan keadaan gawat darurat medis, karena pernapasan, sikrkulasi darah, kesadaran terganggu, pendarahan hebat, luka bakar atau patah tulang sering kita hanya terpaku dan dan menonton saja. Sedikit diantara kita yang bisa menangani kejadian tersebut dengan memberi pertolongan secara medis. Saatnya anda bertindak dengan mengghubungi Pusat Safety Center PSC 119 Satria.

 

Mengantisipasi kasus kegawatdaruratan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melakukan terobosan baru, dalam memberi layanan masyarakat khususnya kasus kegawatdaruratan, yaitu melalui layanan 119 yaitu layanan cepat kegawatdaruratan kesehatan. Dinas kesehatan Kabupaten Banyumas menyediakan layanan Aplikasi Emergensi, khususnya emergensi medik dengan menggunakan Aplikasi PSC 119 Satria dan bebas biaya.

 

Koordinator PSC Imam Ashari mengatakan PSC Sigap Banyumas mempunyai fungsi sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan di wilayah Kabupaten Banyumas. Apabila ada kasus kegawatdaruratan di Walayah Banyumas, masyarakat bisa melapor ke PSC, baik secara langsung ke di PusatSafety Center di Disnas KesehatanKabupaten Banyumas, Jl RA Wiriaatmaja No 4 Purwokerto, melalui Telepon 119 maupun aplikasi PSC 119 Satria

 

“Layanan kegawatdaruratan medis melalui Aplikasi PSC Sigap Banyumas dapat di download melalui play store dan dapat diakses secara luas dan gratis oleh masyarakat melalui telepon seluler,” katanya

 

PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat (puskesamas/rumah sakit) dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien).  Tindakan awal melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulan, serta mengirim pasien ke fasilitas layanan kesehatan terdekat

 

“PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian, pemadam kebakaran, relawan tergantung kekhususan dan kebutuhan,” lanjutnya

 

Sementara itu Perawat Piket Latief Thoha dan Staf IT Wahyu saat ditemui di markas mengatakan layanan didalam Aplikasi PSC dapat melihat fasilitas kesehatan dan informasi ambulan. Mereka mengatakan walupun PSC 119 hampir ada di beberapa Kabupaten, tetapi di Banyumas sudah terintegrasi dengan Puskesmas.

 

.“Walaupun aplikasi ini belum sempurna, pihaknya terus berbenah untuk memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat Banyumas di bidang kegawatdaruratan.” Kata Wahyu

 

Plt Bupati Banyumas saat meninjau Markas PSC mengatakan Peluncuran Apalikasi PSC 119  bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan masyarakat Banyumas yang sehat. salah satu caranya adalah melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).


“Walaupun kita menyediakan fasilitas ini, kita berharap ini dibutuhkan hanya saat ada kegawatdaruratan, artinya masyarakat tidak boleh coba-coba mumpung ada fasilitas, sehingga melaporkan sesuatu yang diluar kegawat daruratan,” kata dr Budhi Setiawan.

 

Budi menjelaskan PSC 119 telah berhasil menurunkan angka kematian ibu baru melahirkan dari 22 kasus ditahun 2016 turun menjadi 17 kasus ditahun 2017. Sebelum digunakan secara luas, jaringan itu baru dimanfaatkan oleh tenaga medis di Dinas Kesehatan melalui Sijari Emas (Sistem Informasi dan Komunikasi Rujukan Ibu dan Bayi Baru Lahir).
Editor: Parsito