LINGKAR BANYUMAS

Ansor Kedungbanteng Selenggarakan Diklatsar Banser

A Saefudin, Suara Purwokerto |
Ansor Kedungbanteng Selenggarakan Diklatsar Banser

KEDUNGBANTENG - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kedungbanteng menyelenggarakan pendidikan pelatihan tingkat dasar (Diklatsar) bagi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), bertempat di lapangan Desa Kalisalak Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu hingga Senin (23-25/12) lusa. 

Diklatsar yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 292 orang peserta. 

"Sebetulnya, peserta kami target 250 orang. Alhamdulillah, target jumlah peserta terlampaui," kata ketua panitia, Ibnu Rusli.

Peserta diklat tak saja para utusan dari PAC GP Ansor di wilayah Kabupaten Banyumas, namun juga ada beberapa peserta dari Kabupaten Brebes dan Pemalang. 

Sebelum upacara pembukaan, peserta melakukan Pawai Taaruf bersama tokoh NU dan neven NU Kecamatan Kedunbangteng. 

Iring-iringan pawai dipandu tiga penunggang kuda, diikuti 700-an orang. 

Pawai dimulai dari lapangan Desa Baseh dan berakhir di lapangan Desa Kalisalak.

Berbeda dengan diklat lain yang biasanya berlangsung di dalam ruangan kelas, diklat kali ini menempati tenda yang didirikan di lapangan Desa Kalisalak. 
Usai pelatihan, para peserta pun tidur dan beristirahat di barak-barak yang disediakan oleh panitia. 

Materi Diklat
Diklatsar antara lain dimaksudkan untuk membangun loyalitas kepada kiai dan ulama melalui materi Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah). Materi lain adalah keorganisasian, mulai dari sejarah dan visi misi NU, Ansor dan Banser. 

Adapun materi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) pun masuk kurikulum diklat. Untuk materi ini menghadirkan narasumber dari Kepolisian. Sedangkan materi bela negara dan tata upacara bendera (TUB) menghadirkan narasumber TNI dari Koramil terdekat. 

"Peserta diklat juga dibekali materi lalu lintas. Nantinya, setiap anggota Banser diharapkan dapat menjadi pelopor tertib lalu lintas," kata Kepala Sekretaris Markas Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Banyumas, Sarwono. 

"Materi lain yang lebih spesifik adalah beladiri khas Banser, Caraka Malam, dan Pembaretan," kata Sarwono. 

Terkait dengan implementasi bela negara, bentuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indosia) adalah final. Jadi, siapapun yang akan mengutak-atik NKRI, menurut Sarwono, maka ia akan berhadapan langsung dengan Banser.

"Jika ada yang mencoba-coba mengganti NKRI dengan model khilafah, Banser pun akan tampil di garda terdepan untuk membela dan mempertahankan NKRI," kata Sarwono. 

"Bagi kami, Resolusi Jihad yang pernah dicanangkan KH Hasyim Asyari, bahwa membela Tanah Air itu hukumnya wajib ain, masih tetap berlaku," tegas Sarwono. (*)
Editor: