LINGKAR BANYUMAS

Pramuli Bantu Warga Besuki Tangani Longsor

Tommy , Suara Purwokerto |
Pramuli Bantu Warga Besuki Tangani Longsor

Suara Purwokerto -Pramuka Peduli (Pramuli) bersama Tagana dan masyarakat Desa Besuki Kecamatan Lumbir bau membau membuka jalan yang terputus akibat tanah longsor Jumat (6/10). Longsor diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah Barat Kabupaten Banyumas mengakibatkan beberapa wilayah longsor. 

Andalan Cabang Urusan Pramuka Peduli Heriana Ady Candra mengatakan kejadian longsor terjadi salahsatunya di Wilayah RT 08 RW 02 Desa Besuki Kecamatan Lumbir dengan panjang 9 meter tinggi 3 meter. 

“Longsor menyebabkan terputusnya akses jalan lingkungan antara RT 08 menuju RT 02,” katanya

Ady menuturkan berdasarkan laporan dari Sekdes Besuki Arifin, longsor terjadi pukul 00.00 WIB, dikarenakan faktor tanah lempung dan hujan lebat di Besuki ini. Pada kejadian ina tidak ada korban jiwa, karena material longsoran tidak mengenai rumah warga.



Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Unit Pramuka Peduli Ranting Lumbir dan Tagana segera mambantu masyarakat membersihkan material longsor.

“Karena volume material cukup besar dan banyak maka segera penanganan, untuk menyelamatkan warga, karena keselamatan warga menjadi prioritas utama." Tambah Ady Candra.

Menurut Sakirun Unit Pramuli Lumbir apabila longsoran tidak segera dibersihkan, dapat mengakibatkan longsor lanjutan yang dapat menimpa rumah Rasiyem warga RT 08 RW 02 dan Rumah Sakiwan warga RT 08 RW 02 serta 1 buah mesjid dan 1 pondok pesantren yang dihuni oleh 40 santri

Setelah melalui kerja keras bersama membersihkan material longsoran, akhirnya jalan dapat dilalui kembali.

“Namun yang lebih utama adalah menghindari ancaman longsoran berikutnya yang dimungkinkan dapat menimpa 2 buah rumah, 1 masjid dan 1 pondok pesantren,” kata Sakirun



Selain di Besuki bencana longsor juga menimpa talud akses jalan desa di wilayah RT 01 RW 03 Desa Jurangbahas Kecamatan Wangon dengan panjang 15 meter, tinggi 3 meter. Kejadian terjadi pada tgl 5 Oktober 2017 pukul 01.00 WIB, agar tidak menimbulkan korban jiwa, warga memberi papan peringatan.

Parsito
Editor: